Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

7 Tips Menyimpan Daging Kurban agar Awet Berbulan-bulan, Tetap Segar dan Tidak Bau

Muhammad Aditya Pangestu • Minggu, 8 Juni 2025 | 02:39 WIB
Masih percaya mitos daging kurban harus habis 3 hari? Faktanya, ulama bilang boleh simpan lebih lama kok!
Masih percaya mitos daging kurban harus habis 3 hari? Faktanya, ulama bilang boleh simpan lebih lama kok!

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap momen Idul Adha, banyak rumah tangga kebanjiran stok daging kurban baik kambing maupun sapi.

Karena jumlahnya sering kali melebihi kebutuhan harian, menyimpan daging dengan cara yang tepat sangat penting agar kualitasnya tetap terjaga, tidak mudah rusak, dan bisa dikonsumsi dalam jangka panjang.

Menurut Medical News Today, proses pembekuan daging efektif memperlambat pertumbuhan bakteri. 

Sementara itu, USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat) merekomendasikan suhu penyimpanan minimal -18°C agar daging tetap aman dikonsumsi hingga berbulan-bulan.

Daging sapi yang dibekukan dengan benar bisa bertahan antara 4 hingga 12 bulan.

Namun, penyimpanan yang salah justru bisa mempercepat pembusukan dan menurunkan nilai gizi daging.

Untuk itu, simak 7 tips berikut agar daging kurban kamu tetap awet, segar, dan higienis:

Pisahkan Daging Bersih dan Kotor

Sebelum disimpan, pisahkan antara daging yang sudah bersih dan yang masih kotor (terkena tanah, darah, atau bulu).

Daging yang kotor sebaiknya segera dicuci dan dimasak. Sedangkan daging bersih bisa langsung dibekukan tanpa perlu dicuci lagi.

Hindari Mencuci Daging Sebelum Disimpan

Daging yang sudah bersih sebaiknya tidak dicuci ulang, karena air dapat terserap ke dalam serat daging dan mempercepat pembusukan.

Air juga bisa memicu bau tidak sedap serta meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Pisahkan Jeroan dari Daging Utama

Baca Juga: Habis Makan Daging Kurban Tiba-Tiba Pusing? Ini Solusinya Agar Tetap Sehat dan Tidak Lemes!

Jeroan memiliki kadar air dan bakteri alami yang lebih tinggi sehingga lebih cepat rusak dibandingkan daging biasa.

Simpan jeroan di wadah terpisah agar tidak memengaruhi kualitas daging utama saat disimpan.

Diamkan Daging di Suhu Ruang Sebelum Dimasukkan ke Freezer

Daging segar mengalami proses rigor mortis atau kekakuan otot setelah dipotong. Jika langsung dibekukan, daging bisa menjadi keras dan kurang empuk saat dimasak.

Biarkan daging berada di suhu ruang selama 4–6 jam terlebih dahulu sebelum dibekukan.

Potong Kecil-kecil dan Simpan Sesuai Porsi

Potong daging sesuai kebutuhan sekali masak (misalnya 0,5–1 kg per bungkus).

Hindari menyimpan dalam potongan besar karena akan menyulitkan saat proses pencairan. Gunakan wadah tertutup atau plastik bening food grade untuk membungkus tiap porsi.

Simpan Sesuai Suhu dan Durasi

Untuk konsumsi dalam waktu dekat (1–2 hari), cukup simpan di kulkas pada suhu 0–4°C.

Baca Juga: 30 Menit dari Pusat Kota Magetan, Air Terjun Pundak Kiwo Jadi Destinasi Healing yang Belum Banyak Orang Tahu!

Namun jika ingin disimpan lebih lama, masukkan ke dalam freezer bersuhu -18°C. Hindari sering membuka-tutup freezer karena fluktuasi suhu bisa merusak kualitas daging.

Gunakan Wadah Kedap Udara atau Vacuum Sealer

Minimalkan udara dalam wadah penyimpanan karena oksigen mempercepat proses oksidasi dan pertumbuhan mikroba.

Jika memungkinkan, gunakan vacuum sealer agar daging lebih tahan lama.

Dengan mengikuti 7 langkah di atas, daging kurban bisa disimpan dalam waktu lama tanpa kehilangan rasa, nutrisi, maupun kesegarannya.

Yuk, kelola stok dagingmu dengan lebih cerdas agar tidak ada yang terbuang percuma! (*)

Editor : Riana M.
#Medical News Today #daging kurban #awet #tips menyimpan daging kurban