Jawa Pos Radar Lawu - Mesin Yamaha Vixion dikenal sebagai salah satu mesin paling serbaguna yang pernah diproduksi Yamaha di segmen sport 150 cc.
Dengan basis mesin SOHC, 4 katup, berpendingin cairan, kapasitas 149,8 cc, dan teknologi injeksi bahan bakar, mesin ini telah digunakan di berbagai model motor Yamaha, dari sport naked hingga bebek super.
Menurut informasi resmi dari Yamaha Indonesia di situs yamaha-motor.co.id, mesin Vixion generasi awal pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dan menjadi tonggak revolusi motor sport dengan sistem injeksi di Indonesia.
Sejak itu, mesinnya terbukti tangguh dan efisien, sehingga diadopsi ke berbagai lini produk.
Salah satu motor yang memakai mesin serupa adalah Yamaha R15 generasi pertama (V1 dan V2).
Seperti dijelaskan dalam ulasan teknis di Young Machine Japan, R15 V1 mengusung mesin yang hampir identik dengan Vixion, hanya dibedakan pada konfigurasi transmisi dan tuning ECU untuk performa lebih tinggi di putaran atas.
Motor lain yang berbagi mesin dengan Vixion adalah Yamaha XSR155.
Meski XSR menggunakan mesin Vixion generasi baru yang disebut VVA (Variable Valve Actuation), blok dasarnya tetap mengacu pada platform Vixion terbaru, dengan beberapa penyesuaian pada ECU dan sistem pendinginan, sebagaimana dijelaskan dalam spesifikasi resmi Yamaha Global.
Selain itu, Yamaha WR155R, motor trail andalan Yamaha, juga memakai basis mesin yang sama dengan Vixion VVA.
Hal ini dibuktikan oleh data teknis dari situs Oto.com, yang menyebut bahwa mesin WR155R menggunakan silinder dan crankcase yang identik dengan XSR dan Vixion, hanya dibedakan pada rasio gigi akhir untuk kebutuhan off-road.
Tidak hanya itu, Yamaha MT-15 pun menggunakan mesin yang berasal dari Vixion, namun dengan tuning yang lebih agresif dan tampilan yang lebih garang.
Basis mesin Vixion ini terbukti fleksibel dan bisa dikembangkan untuk berbagai kebutuhan—baik untuk jalan raya, gaya retro, maupun medan off-road.
Fakta bahwa mesin Vixion digunakan di berbagai motor Yamaha menunjukkan bahwa platform ini sangat berhasil secara teknis dan ekonomis. Mesin ini bukan hanya bertenaga dan efisien, tetapi juga mudah diadaptasi untuk berbagai gaya berkendara. (gar)
Editor : Tegar Rukmana