Jawa Pos Radar Lawu - Yamaha Jupiter MX 135 pernah menjadi primadona di kelas bebek sport saat diluncurkan pertama kali pada 2005.
Motor ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kecepatan dan gaya hidup anak muda di era 2000-an.
Mengutip spesifikasi resmi dari Yamaha Motor Thailand, Jupiter MX 135 atau dikenal juga sebagai Yamaha Sniper 135 di beberapa negara Asia Tenggara, dibekali mesin 4-tak SOHC berkapasitas 134,4 cc dengan sistem pendingin cairan dan 4 katup.
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga hingga 12,5 PS pada 8.500 rpm dan torsi puncak 12 Nm pada 5.500 rpm.
Dalam pengujian top speed yang dilakukan oleh sejumlah pengendara di kanal YouTube seperti Taufik TMCblog dan Motoblast, Jupiter MX 135 dalam kondisi standar mampu mencapai kecepatan antara 110 hingga 124 km/jam, tergantung kondisi jalan dan berat pengendara.
Salah satu video yang banyak dirujuk menunjukkan Jupiter MX menembus 124 km/jam berdasarkan GPS, meskipun angka di speedometer menunjukkan 134 km/jam.
Ini menunjukkan bahwa performa motor ini sangat tangguh untuk ukuran motor bebek.
Salah satu fitur menarik dari Jupiter MX generasi awal adalah penggunaan karburator skep VM22, yang kemudian diganti dengan karburator vakum BS25 pada generasi kopling manual.
Menurut ulasan komunitas Jupiter MX di forum Kaskus dan Yamaha Riders Club, perbedaan karburator ini memberikan dampak pada karakter akselerasi dan efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Motor Bebek Paling Irit! Honda Supra X 125 FI Helm In Bisa Muat Helm Full Face, Cocok Buat Harian
Selain itu, sistem pengapian CDI dan transmisi manual 5 percepatan menjadikan motor ini cocok untuk pengendara yang ingin merasakan sensasi motor sport dalam format motor bebek.
Seiring waktu, Yamaha menghentikan produksi Jupiter MX 135 dan menggantikannya dengan MX King 150, yang menggunakan mesin injeksi dan fitur-fitur modern.
Meskipun demikian, Jupiter MX 135 tetap dikenang sebagai motor bebek tercepat di zamannya.
Dalam sebuah laporan dari Oto.com, banyak penggemar motor bebek klasik yang masih memburu unit bekas Jupiter MX karena keawetan mesin dan kemampuannya melaju di atas rata-rata motor bebek lainnya. (gar)
Editor : Tegar Rukmana