Jawa Pos Radar Lawu - Di antara deretan skuter klasik bermesin 2-tak, dua nama besar paling sering disebut sebagai rajanya performa: Vespa Rally 200 dan Vespa PX200.
Keduanya menggendong mesin 198 cc 2-tak legendaris milik Piaggio, namun memiliki karakteristik performa dan sejarah yang berbeda.
Vespa Rally 200 diluncurkan pada 1972 dan dikenal sebagai Vespa tercepat di zamannya.
Berdasarkan ulasan dari ScooterLab.uk, Rally 200 dibekali mesin berkode VSE1M dengan sistem pengapian elektronik CDI dan karburator Dell’Orto SI24/24.
Kombinasi ini menghasilkan tenaga yang cukup besar untuk membuat skuter ini melaju hingga kecepatan maksimal 115 km/jam—kecepatan yang mengagumkan untuk skuter 2-tak era 1970-an.
Desainnya juga membulat khas Vespa lawas dengan tampilan yang lebih aerodinamis dibanding model sebelumnya.
Sebaliknya, Vespa PX200 pertama kali hadir pada tahun 1977 dan menjadi model ikonik yang paling lama diproduksi hingga 2008.
Dalam situs resmi Vespa.com, disebutkan bahwa PX200 menggunakan mesin dengan output serupa, namun versi standarnya hanya mampu melaju di kisaran 100–105 km/jam.
PX200 lebih difokuskan pada kenyamanan dan durabilitas, bukan semata kecepatan.
Ia sudah dilengkapi rem cakram depan, panel instrumen modern, dan posisi berkendara yang lebih ergonomis—membuatnya cocok untuk penggunaan harian.
Dalam hal eksklusivitas, Vespa Rally 200 jauh lebih langka. Data dari Vespa Restorations UK menunjukkan bahwa hanya sekitar 41.700 unit Rally 200 yang diproduksi secara global, menjadikannya incaran para kolektor.
Bandingkan dengan PX200 yang jumlah produksinya jauh lebih banyak dan masih bisa ditemui dalam kondisi cukup baik di berbagai pasar skuter bekas hingga hari ini.
Kendati keduanya sama-sama membawa nama besar Vespa dan mesin 2-tak legendaris, Rally 200 tetap dianggap sebagai Vespa klasik paling cepat dan paling ikonik.
Namun jika yang dicari adalah skuter tangguh, nyaman, dan mudah dirawat, maka PX200 adalah pilihan yang lebih praktis untuk digunakan sehari-hari. (gar)
Editor : Tegar Rukmana