Jawa Pos Radar Lawu - Di era saat ini penggunaan sabun mandi cair lebih menjadi favorit masyarakat.
Hal ini dikarenakan sabun mandi cair dipercaya lebih praktis, modern, dan juga lebih higienis dibanding sabun batangan.
Selain itu, sabun mandi cair biasanya hadir dengan kemasan pump yang lebih mudah digunakan.
Adapun sabun ini memiliki wangi yang lebih semerbak dan tahan lama jika dibandingkan dengan sabun batang.
Namun, ada beberapa fakta yang jarang diketahui dibalik penggunaan sabun mandi cair, benarkah produk ini aman?
1. Banyak Mengandung Bahan Kimia
Daripada sabun batang, jenis sabun cair biasanya memiliki kandungan bahan kimia sintetis yang lebih banyak.
Bahan-bahannya antara lain SLS/SLES, paraben sebagai pengawet, dan juga pengental.
Kombinasi ini menciptakan tekstur yang lembut dan creamy dengan busa yang tak kalah melimpah.
Namun, untuk kulit sensitif kandungan ini dapat memicu kemerahan, iritasi, maupun sensasi kulit yang kering.
2. Lebih Boros
Sabun mandi cair bisa saja menjadi lebih boros dalam menggunakan produk sejenis ini karena teksturnya.
Tekstur cair ini seringkali mudah tumpah menjadikannya lebih cepat habis dibanding sabun batang.
3. Tidak Ramah Lingkungan
Sabun cair lebih sering dikemas dalam botol plastik maupun kemasan refill sekali pakai menjadikannya sampah non-organik.
4. Rentan Terkena Kontaminasi
Sabun cair ternyata dapat menjadi sarang kuman dan bakteri jika tak rutin dibersihkan meski menggunakan kemasan pump.
Terlebih jika berada dalam tempat yang lembab dan pada kondisi tutup yang tidak rapat, bakteri dan kuman lebih mudah berkembang.
5. Tak Cocok Untuk Semua Jenis Kulit
Meski memiliki tekstur yang cair dan menawarkan sensasi lembut sabun mandi cair ini tak cocok untuk semua jenis kulit.
Terutama bagi orang yang mempunyai kulit kering, sensitif, hingga penderita eksim.
Kandungan bahan surfaktan, alkohol, dan juga pewarna buatan yang keras pada sabun mandi bisa memicu reaksi iritasi ringan hingga kulit lebih kering.
Nah, itulah dia lima fakta mengenai sabun mandi cair yang mungkin jarang diketahui oleh konsumen. (tasya-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid