Jawa Pos Radar Lawu – Begadang banyak disepelekan orang. Awalnya untuk lembur lalu jadi kebiasaan. Padahal, kebiasaan begadang bisa menyebabkan gangguan mental.
Tidur adalah waktu bagi tubuh menyusun ulang metabolisme dalam tubuh. Membuat yang rusak dan menggantinya dengan sel-sel yang baru. Termasuk metabolisme di dalam otak.
Ada bagian di dalam otak bernama amygdala. Bentuknya seperti kacang almond, berada di dalam bagian lobus temporal. Amygdala berfungsi mengatur emosi dan membentuk memori emosi.
Saat kurang tidur, amygdala kehilangan keseimbangannya. Makanya kita kerap merasa tidak segar setelah bangun. Otak tidak punya cukup waktu mereset bagian-bagian yang rusak.
Membuat tidur kita tidak berkualitas dan emosi kita cenderung naik turun secara pesat karena kurang tidur.
Melansir dari website halodoc, berikut 3 gangguan mental yang disebabkan begadang
1. Mempengaruhi emosi
Begadang bisa mempengaruhi emosi ke arah yang negatif. Bukan tanpa alasan, begadang membuat zat kimiawi dalam tubuh tidak seimbang.
Kurang tidur membuat prefrontal cortex; bagian otak yang mengatur logika dan jadi kurang aktif.
Sebaliknya, membuat bagian amygdala; bagian otak yang mengatur takut dan marah jadi lebih aktif.
Orang yang begadang cenderung memikirkan semua masalah sekaligus, bahkan sampai masalah yang kecil dianggapnya jadi masalah besar karena otak kehilangan kemampuan berpikir rasional.
Begadang juga membuat produksi hormon bahagia seperti serotonin dan dopamin berkurang. Membuat orang yang hobi begadang terlihat murung, tidak bersemangat, dan cemas.
2. Depresi
Begadang mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh) dan kualitas tidur. Keseimbangan hormon jadi kacau.
Ketidak seimbangan inilah yang kemudian memicu stres. Ditambah lagi, kita kerap memikirkan sesuatu berlebihan kala begadang. Kebiasaan itu makin memperparah kondisi sulit tidur.
Alih-alih menemukan solusi, kita justru membuka peluang terjerembab ke dalam depresi jangka panjang.
3. Gangguan kecemasan
Overthingking, kondisi di mana orang memikirkan sesuatu berlebihan. Merencanakan memang bagus. Tapi memikirkan berlebihan bisa menimbulkan kecemasan.
Begadang bukan cuma menimbulkan kecemasan berlebihan tapi juga bisa memperparah keadaan.
Kadang kita suka berpikir masalah bisa selesai kalau kita bekerja lebih keras. Kita sampai mengorbankan waktu istirahat, waktu tidur.
Bukannya selesai, masalah yang kita hadapi justru terasa semakin pelik. Sudah dibela-belain begadang, bukan solusi yang kita temukan malah masalah terasa semakin banyak. Kita malah semakin cemas.
Dari sekian banyak jurnal yang membahas pentingnya tidur. Gangguan kecemasan adalah dampak yang paling banyak ditemukan.
Wajar saja, orang yang kurang tidur punya kecenderungan sulit mengendalikan emosi. Jadi masalahnya bukan pada masalah apa yang sedang kita hadapi.
Masalahnya ada di kemampuan kita berpikir jernih dan menghargai diri sendiri lewat istirahat. (kid)
Editor : Nur Wachid