Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Hindari 10 Jenis Sabun Ini Jika Tidak Mau Kulit Mu Bermasalah! Sumber Pemicu Masalah Kulit

Winarsih • Rabu, 28 Mei 2025 | 03:18 WIB
(Ilustrasi) Jenis Sabun Mandi Yang Perlu Dihidari.
(Ilustrasi) Jenis Sabun Mandi Yang Perlu Dihidari.

Jawa Pos Radar Lawu – Dalam rutinitas harian, sabun mandi menjadi elemen penting yang tak pernah absen.

Namun, di balik wangi yang menyegarkan dan busa melimpah, tak sedikit sabun yang justru menyimpan potensi menimbulkan iritasi, kekeringan, hingga alergi pada kulit. 

Ironisnya, produk-produk ini kerap digunakan secara rutin tanpa disadari bahwa kandungannya bisa berdampak negatif dalam jangka panjang. 

Berikut ini adalah sepuluh jenis sabun mandi yang sering menjadi pemicu masalah kulit:

Sabun batangan konvensional yang mengandung alkali tinggi memang efektif mengangkat kotoran dan minyak.

Namun, sifatnya yang terlalu basa dapat merusak lapisan pelindung alami kulit, menyebabkan kekeringan dan rasa tertarik yang tidak nyaman setelah mandi.

Meskipun terdengar menjanjikan karena dapat membunuh kuman, sabun antibakteri yang mengandung triklosan berisiko mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit. 

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memperburuk kondisi kulit sensitif serta menimbulkan resistensi terhadap bakteri.

Aroma menyegarkan memang menggoda, tetapi sabun dengan pewangi sintetis berlebihan kerap menjadi pemicu iritasi atau reaksi alergi, terutama bagi pemilik kulit sensitif. 

Sabun pemutih sering kali mengandung bahan seperti merkuri atau hidrokuinon dalam dosis tinggi, yang dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan dalam kasus ekstrem, kerusakan permanen pada kulit. 

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) merupakan agen pembersih dan pembusa yang umum digunakan. 

Sayangnya, keduanya dikenal dapat menyebabkan kulit kering, gatal, bahkan mengelupas, khususnya bagi mereka yang memiliki dermatitis atau eczema.

Sabun dengan efek eksfoliasi memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, namun butiran scrub yang terlalu kasar justru bisa melukai permukaan kulit, menyebabkan iritasi dan memperburuk kondisi kulit sensitif atau berjerawat.

Meskipun lembut, sabun bayi tidak dirancang untuk kebutuhan kulit orang dewasa.

Formulanya yang terlalu ringan sering kali tidak mampu membersihkan secara maksimal, dan bisa menimbulkan penumpukan kotoran atau minyak yang menjadi awal dari masalah kulit.

Produk berlabel "herbal" tak selalu aman. Beberapa di antaranya tidak melewati proses uji dermatologis yang ketat dan bisa mengandung ekstrak tanaman yang justru menimbulkan reaksi alergi atau iritasi bagi sebagian orang.

Beberapa sabun cair mengandung pengawet seperti parabens atau formaldehyde releasers, yang diketahui dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan menimbulkan reaksi pada kulit yang sensitif, terutama bila digunakan setiap hari.

Busanya memang menyenangkan, namun sabun yang menghasilkan busa berlimpah umumnya mengandung surfaktan dalam jumlah tinggi. 

Jika tidak diimbangi dengan bahan pelembap, sabun jenis ini akan membuat kulit terasa kering dan kasar setelah pemakaian.

Memilih sabun mandi tidak hanya soal aroma atau sensasi segar, tetapi juga tentang bagaimana produk tersebut merawat dan menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh. 

Penting untuk membaca label dengan saksama dan memahami kebutuhan kulit masing-masing.

Jika timbul gejala iritasi, sebaiknya segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan ahli dermatologi. (win)

Editor : Riana M.
#Alkali #sabun batang #masalah kulit #pemicu #sabun mandi