Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Waspada Pura-Pura Bahagia! Pahami Mental Sehat Menurut Ahli Psikologi 

Saestu Saget • Rabu, 28 Mei 2025 | 03:13 WIB
Pura-pura bahagia bukan jaminan dalam meraih kebahagiaan hidup menurut psikologi.
Pura-pura bahagia bukan jaminan dalam meraih kebahagiaan hidup menurut psikologi.

Jawa Pos Radar Lawu – Banyak orang mengira bahagia adalah tanda mental sehat. Kesimpulan yang salah satu ini membuat sebagian orang pura-pura bahagia demi terlihat baik-baik saja.
Padahal, bahagia bukan tanda mental yang sehat.

Beda dari luka fisik, luka mental tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kita butuh tenaga profesional untuk mengkonfirmasi adanya luka batin yang terlihat.

Yang lebih miris, rata-rata orang mengira mental yang sehat ditandai dengan perasaan yang bahagia.

Bahagia dan sedih termasuk ke dalamragam perasaan. Sifat dari keduanya sama, sementara.
Kita manusia tidak bisa memaksakan terus sedih, maupun terus bahagia.

Mengutip kanal youtube Bethsaida Hospital, Ibu Hartati selaku psycholog dari Bethsaida Hospital, menjelaskan ciri-ciri mental sehat.

1. Mampu menyadari kemampuan-kemampuan sendiri

Setiap orang dilahirkan dengan skill dan kemampuannya masing-masing. Ada yang memiliki kemampuan kinetik, ada yang skill sosialnya bagus, ada yang mahir di bidang akademis.

Orang yang sehat mental punya kesadaran atas kemampuan diri sendiri. Memang tidak instan, menemukan skill butuh perjalanan yang panjang.

Menyadari kemampuan diri sendiri membuat manusia lebih percaya diri. Dan sifat ini menyangkuttiga tanda mental sehat selanjutnya.

2. Mampu mengatasi tekanan hidup

Dalam perjalan hidup tentu kita akan menemui beragam tekanan hidup. Seiring bertambahnya usia, tekanan yang datang turut bertambah.

Baca Juga: Tragedi di Tengah Euforia Juara: Parade Liverpool Berubah Mencekam, 27 Terluka Diterjang Minivan

Waktu masih kecil, tekanan hidup kita cuma sebatas tugas sekolah, PR, atau hidangan makanan yang tidak menggugah selera di meja makan.

Seiring bertambahnya waktu, ada beragam tekanan hidup yang lebih berat kita temui. Tuntutan deadline, pusing cari uang tambahan, uang yang cuma mampir lewat.

Menyadari kemampuan diri sendiri bisa membantu sesorang mengatasi tekanan hidup.

Selain menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan seseorang mengatasi tekanan hidup memberi ketenangan.

“Kalau masalah yang sebelumnya saja bisa aku atasi, berarti masalah yang kini aku hadapi pasti bisa aku hadapi juga.”

3. Bisa bekerja secara produktif

Tanda mental sehat yang selanjutnya adalah bisa bekerja secara produktif. Semakin dewasa, tuntutan bekerja semakin besar. Kita menjadi bertanggung jawab terhadap banyak hal.

Mulai dari diri sendiri sampai orang-orang tersayang di dalam lingkaran kehidupan kita. Orang yang bermental sehat sudah bisa dipastikan bisa bekerja secara produktif.

Ia mampu mengenali potensi dirinya, sanggup melawan tekanan, sehingga bekerja secara produktif.

Pekerjaan yang bisa menghasilakan karya untuk dirinya sendiri, maupun untuk orang di sekitarnya.

4. Mampu menyumbangkan sesuatu untuk kehidupan sosialnya

Tanda mental sehat yang terakhir mampu menyumbangkan sesuatu untuk kehidupan sosialnya. Ciri yang terakhir menunjukkan kestabilan mental yang tertinggi.

Baca Juga: Kasus Lesti Belum Kelar, Muncul Vidi Aldiano: 31 Kali Nyanyikan Lagu Nuansa Bening tanpa Izin, Kini Digugat Penciptanya!

Baca Juga: Aksi Tanam Padi Wapres Gibran Viral Jadi Sorotan hingga Banjir Kritikan Gara-gara Hal Ini

Setelah bisa menyadari kemampuan, menghadapi tekanan, dan bekerja secara produktif, orang yang sehat mental bisa menyumbangkan sesuatu untuk kehidupan sosialnya.

Kenapa? Karena mereka merasa cangkir kebahagiaannya sudah cukup.

Seperti cahaya lampu di tengah malam, jiwanya bisa memancarkan kehangatan untuk orang di sekitarnya. (kid) 

Editor : Nur Wachid
#kepribadian #kesehatan mental #mental sehat #psikologi #karakter