Jawa Pos Radar Lawu– Nama Arius Nugroho mungkin tak tercatat sebagai selebritas di kalangan penggemar bus atau komunitas Bismania.
Namun, pria kelahiran Madiun tahun 1971 ini telah menjadi bagian penting dari wajah transportasi darat Indonesia.
Selama 32 tahun, ia mengemudi bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan dedikasi, ketekunan, dan tanggung jawab tinggi.
Ditemui di Wonogiri, tempatnya kini menetap, Arius menyambut dengan senyum khas sopir senior yang sabar.
"Kalau orang lain tidur, kita tetap harus waspada. Karena nyawa banyak orang kita bawa," katanya mengawali cerita.
Dari Kopaja Jakarta ke Bus Malam Antar Provinsi
Kariernya dimulai tahun 1990 saat masih berusia 22 tahun. Ia pertama kali mengemudi Kopaja dan Koantas Bima di Jakarta.
“Macet Jakarta waktu itu sudah luar biasa. Tapi justru dari situ saya banyak belajar mengendalikan emosi dan bersabar,” ujarnya.
Tiga tahun berselang, tahun 1993 menjadi titik balik, ketika ia bergabung dengan PO Tunggal Dara asal Wonogiri, Jawa Tengah.
Di sinilah ia mulai menapaki dunia bus malam AKAP. Rute lintas Jawa hingga Sumatra ia lalui selama bertahun-tahun, menjaga penumpang saat malam gelap dan kota-kota dilewati satu demi satu.
Sopir Teladan Lorena dan Pengabdian yang Konsisten
Pada tahun 2001, Arius bergabung dengan PO Lorena, salah satu PO besar di Indonesia.
Hanya setahun berselang, ia dinobatkan sebagai Sopir Teladan 2002—prestasi yang diraihnya bukan karena popularitas, melainkan disiplin, etos kerja, dan rekam jejak tanpa insiden.
Namun Arius bukan tipe yang puas diri. Tahun 2003, ia pindah ke PO Ryanta Mitra Karina, lalu sempat berpindah-pindah perusahaan dari 2007 hingga 2009 untuk mencari lingkungan kerja yang selaras.
Kembali ke Wonogiri, Setia pada Jalur dan Etika
Tahun 2009, Arius akhirnya “pulang” ke Wonogiri dan menetap sebagai sopir tetap di PO Gajah Mungkur, milik anak dari PO tempatnya dulu memulai karier.
Selama lebih dari satu dekade, ia menjadi sopir andalan dengan catatan bersih dan profesional.
Barulah di tahun 2024, Arius naik kelas. Ia dipercaya mengemudikan bus Suites Class Family KYM Trans rute Surabaya–Bogor.
Dengan kabin privat dan fasilitas premium, bus ini jadi favorit penumpang kelas menengah atas. Namun, bagi Arius, tanggung jawabnya justru bertambah besar.
“Kalau busnya mewah, ekspektasi penumpangnya juga tinggi. Kita harus makin hati-hati, apalagi nyetir malam,” ungkapnya.
Tidak Viral, Tapi Jasanya Nyata
Kini di usia 54 tahun, Arius merasa bersyukur telah menunaikan tanggung jawab keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya.
Baca Juga: Surga Tersembunyi di Surabaya Timur! Ini Daya Tarik Mangrove Wonorejo yang Jarang Diketahui
Namun ia juga menyuarakan harapan: agar sopir-sopir senior diberikan perhatian lebih, terutama dalam jaminan sosial, asuransi, dan penghargaan atas pengabdian panjang.
“Yang viral biasanya yang kontennya lucu-lucu. Tapi yang diam-diam kerja di jalan malam, yang jaga keselamatan penumpang selama puluhan tahun, kadang nggak pernah disebut,” ucapnya.
Arius Nugroho, Simbol Pengabdian Sunyi di Balik Kemudi
Arius Nugroho bukan nama tenar, bukan pula figur yang aktif di media sosial. Tapi ia adalah wajah nyata dari ribuan sopir yang berjasa menjaga roda perhubungan darat Indonesia tetap berputar.
Dalam diam, ia mengantar puluhan ribu penumpang pulang dan pergi. Dalam gelap malam, ia menjaga agar tak ada satu pun nyawa hilang. (jho/kid)
Editor : Nur Wachid