Jawa Pos Radar Lawu – Diet selalu berkaitan erat dengan mengatur makanan. Tapi pernah nggak sih waktu kalian diet, tiba-tiba craving banget pengen makan yang manis-manis, fastfood, gorengan, atau junkfood?
Tenang-tenang, kamu nggak sendirian kok. Fase yang kamu alami sering terjadi saat diet.
Orang cenderung emosional eating, strees eating, atau yang sering para ahli sebut dengan binge eating disorder (BED).
Kalau menurut wikipedia nih, BED adalah gangguan makan yang ditandai dengan episode makan berlebihan yang sering dan berulang dan berhubungan dengan masalah psikologis dan sosial negatif.
Lho kok bisa? Apa hubungannya psikologis dan makan? Makan kan urusan perut, psikologis kan nggak ada hubungannya sama perut.
Nah, di kanal youtube @kangfitness dalam konten yang membahas emotional eating, dijelaskan bahwa emotional eating atau BED terjadi karena dua hal.
1. Stress.
Saat seseorang mengalami stres yang berasal dari banyak hal seperti, pekerjaan, relationship, keluarga, karir, atau burn out.
Mereka cenderung mencari instan gratification atau immediate reward.
Atau dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya hadiah atau kepuasan instan.
Baca Juga: Wangi yang Bikin Patah Hati Terobati, 5 Rekomendasi Parfum Lokal dengan Aroma Unik dan Memikat
Hadiah ini memengaruhi sistem penghargaan otak kita, yang memicu pelepasan dopamin dengan cepat.
Nah kepuasan instan ini paling gampang kita dapat dari makanan. Khususnya di comfort food, makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak.
Makan makanan manis pas stres banyak pikiran emang paling enak.
Karena makanan sejenis ini merilis dopamine di dalam otak.
Makanan-makanan ini memberikan kita kepuasan instan.
Tapi ujung-ujungnya akan timbul perasaan ingin makan lagi dan lagi. Begitu seterusnya tanpa kita sadari.
Misal, duh malem-malem pusing banget mikir skripsi; berujung bikin mie instan.
Ya Tuhan hari ini banyak banget kerjaan; Berujung pesan burger, kentang, sama soda.
Habis diputusin; Beli seblak sama boba.
Dan masih banyak lagi
Jadi kita lari ke makanan untuk menghilangkan stres. Padahal, alih-alih stres hilang justru muncul perasaan baru.
Perasaan ingin makan terus dan berujung craving.
2. Craving
Craving atau mudahnya adalah keinginan yang besar untuk makan.
Ini bisa terjadi karena biasanya, mentang-mentang diet kita cut semua makanan yang mengandung gula, tepung, atau lemak.
Kita tidak menyediakan ruang sama sekali bagi diri kita sendiri untuk menikmati makanan yang kita suka.
Ujung-ujungnya akan ada satu titik di mana tubuh kita memberontak dan kalap makan semua yang ingin kita makan secara berlebihan.
Terus bagaimana agar terhindar dari emotional eating, stres eating atau BED? Ada dua cara sederhana yang bisa kalian coba;
1. Stres management.
Dengan mengelola stres, kita bisa mencegah emotional eating yang berlebihan. Trus kalau kita terpaksa berhadapan stres setiap hari gimana dong?
Kamu bisa bantu dengan olahraga dan tidur teratur. Dua kombinasi ini akan membantu tubuh kita melawan stres sendiri secara alami.
2. Sediakan cheating day.
Cheating day tidak harus satu hari full ya, guys. Buat kalian yang takut bb kalian melonjak naik lagi, kamu bisa cheating day per sesi makan.
Jangan 100% clean eating. Kamu bisa mengkombinasikan 90% clean eating dan 10% makan makanan yang lagi pengen banget kamu makan. (kid)
Editor : Nur Wachid