Jawa Pos Radar Lawu – Nama Bigmo mendadak jadi buah bibir warganet sejak videonya yang menyebut “Surabaya kota ter-L banget” viral di TikTok.
Sosoknya yang penuh kontroversi, gaya bicara ceplas-ceplos, dan aura sarkastik menjadikan Bigmo salah satu figur paling dicari di media sosial pada Mei 2025. Tapi, siapa sebenarnya pria di balik nama Bigmo ini?
Bigmo ternyata bukan nama asli, diketahui pria ini bernama lengkap Muhammad Jannah, seorang konten kreator yang aktif di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Di TikTok, ia dikenal lewat akun @momonotnice dengan lebih dari 49 ribu pengikut. Sementara di Instagram, ia menggunakan nama @bigmoskyy, dan kanal YouTube-nya bertajuk @niceguymoo.
Karakter kontennya terbilang nyentrik: suka sindiran, berani blak-blakan, dan tidak jarang menyinggung isu-isu sensitif dengan gaya satir.
Kontroversi bermula saat Bigmo mengunggah video berisi kekesalannya selama berada di Surabaya.
Dalam video itu, ia melontarkan kalimat, “Sumpah, Surabaya kota ter-L banget, gua nggak akan pernah seumur hidup gua menyentuh Surabaya lagi.”
Bahkan, Bigmo menambahkan kritik terhadap sinyal internet yang buruk, warga lokal yang sulit diajak kolaborasi, hingga akses ke mal yang terlalu jauh dari tempat menginapnya.
“Udah kemana-mana 30 menit, jaringan juga kek ta*, orang-orangnya diajak collab bingung,” katanya dalam video tersebut.
Sontak, video ini menyulut amarah warga Surabaya maupun para netizen-netizen nasional.
Tak tanggung-tanggung, mulai dari masyarakat biasa, konten kreator lokal, hingga Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ikut bereaksi. Bahkan, Chef Arnold ikut nimbrung di kolom komentar dengan gaya khas Surabayanya.
Meski menuai kritik tajam, video ini membuat nama Bigmo makin melambung sebagai figur kontroversial di dunia digital.
Kini, nama Bigmo identik dengan gaya konten satir, frontal, dan kadang dinilai kelewat batas.
Apakah ini strategi untuk viral semata atau cerminan pribadi aslinya?
Yang jelas, 2025 adalah tahun di mana nama Bigmo resmi masuk ke daftar konten kreator paling dicari, baik oleh netizen, media, hingga warga Surabaya sendiri. (okta)
Editor : Riana M.