Jawa Pos Radar Lawu – Meski dikelilingi orang-orang tersayang, laki-laki tetap merasa tidak dicintai. Fakta psikologi yang terdengar tidak masuk akal tapi memang terjadi.
Mau telah sukses atau berhasil hidup seorang laki-laki, ia masih merasa haus akan kasih sayang.
Sumur cinta yang ada di rumah atau di sekelilingnya seolah tak pernah dilihatnya. Tapi bagaimana hal tersebut bisa terjadi?
Kanal youtube @psych2go menyebutkan kurang lebih 5 alasan mengapa laki-laki sering merasa tidak dicintai meski dikelilingi orang yang disayanginya:
1. Tekanan emosi saat masa kanak-kanak.
Banyak pria tumbuh di dalam lingkaran di mana ia sering dianggap tidak boleh lemah. Mereka dipaksa menjadi orang lain.
Nggak boleh nangis.
Harus kuat kayak superman.
Tidak boleh mengeluh.
Kondisi ini membuat mereka jarang mendapatkan validasi emosional. Oleh karena itu, laki-laki
terbiasa membohongi dirinya sendiri demi menutupi lukanya sendiri.
Alih-alih hilang, perasaan yang mereka rasakan justru membuat mereka sebagai manusia yang berhati merasa tidak pernah cukup mendapatkan perhatian dan kasih sayang.
2. Tidak sanggup memenuhi ekspektasi orang lain.
Keluarga atau masyarakat sering menghubungkan nilai seorang laki-laki dengan pencapaian eksternal.
Jabatan, kesuksesan finansial, sampai penampilan fisik, seolah jadi tolak ukur pasti keberhasilan laki-laki. Sekarang ditambah lagi dengan standar sosial media.
Laki-laki semakin merasa tidak layak dicintai sebelum berhasil mewujudkan semua ekspektasi orang lain. Termasuk orang-orang tersayang di sekitarnya.
3. Penolakan berulang.
Kegagalan, penolakan, patah hati, ghosting, cinta tak berbalasa, atau ditinggal menikah, memberikan luka batin yang membuat laki-laki merasa selalu kurang.
Seiring berjalannya waktu, luka-luka tersebut berubah menjadi siklus ketakutan. Laki-laki percaya ia harus sempurna dulu baru bisa dicintai. Dan hal ini jelas salah besar.
4. Isu kesehatan mental.
Bukan hanya perempuan, mental laki-laki juga bisa terluka. Bedanya, laki-laki tidak bercerita.
Laki-laki lebih sering merasa rendah diri dan mengisolasi diri dari orang lain. Mereka kerap terlihat menyendiri ketimbang curhat sana sini.
5. Laki-laki malu minta bantuan.
Terakhir, banyak laki-laki yang tidak sadar. Ia terlalu malu minta bantuan.
Selain terbiasa mengelola semuanya sendirian, otak laki-laki cenderung menganggap “minta bantuan” adalah hal yang memalukan.
Ia menganggap semua hal harus diselesaikan sendiri. “Minta bantuan” hanya membuat mereka terlihat lemah. (kid)
Editor : Nur Wachid