Jawa Pos Radar Lawu - Bagi pecinta motor klasik, nama Lambretta bukan sekadar merek, tapi simbol gaya hidup dan warisan desain Italia yang tak lekang oleh zaman.
Pertama kali diperkenalkan oleh Innocenti di Milan pada tahun 1947, Lambretta muncul sebagai solusi mobilitas masyarakat pasca Perang Dunia II.
Menurut situs resmi Lambretta.com, nama Lambretta diambil dari Sungai Lambro yang melintasi kawasan Lambrate, tempat pabrik pertama skuter ini berdiri.
Filosofi desain Lambretta sejak awal adalah menciptakan kendaraan roda dua yang stylish, kuat, dan mudah digunakan di perkotaan.
Lambretta awalnya bersaing ketat dengan Vespa, namun memilih pendekatan desain yang berbeda.
Jika Vespa menggunakan bodi monokok dan tampilan membulat, maka Lambretta hadir dengan desain bodi mengotak dan sasis tubular.
Hal ini membuat Lambretta lebih mudah dimodifikasi, terutama oleh komunitas mod culture di Inggris pada era 1960-an.
Popularitasnya meroket, dan Lambretta menjadi ikon fashion serta simbol kebebasan generasi muda saat itu.
Produksi internasionalnya bahkan sempat menyebar hingga ke Spanyol, India, dan Amerika Latin.
Namun, seiring masuknya kendaraan roda empat murah dan tekanan dari kompetitor, produksi Lambretta menurun dan akhirnya dihentikan pada tahun 1971.
Merek ini sempat dilisensi ke India oleh pemerintah dan diproduksi oleh Scooters India Limited (SIL), tetapi kehilangan gaung internasionalnya.
Setelah beberapa dekade vakum, kebangkitan Lambretta dimulai kembali ketika merek ini diambil alih oleh konsorsium Eropa Innocenti S.A. yang berbasis di Lugano, Swiss.
Mereka mengembangkan lini produk baru bernama V-Special, yang diluncurkan secara global pada tahun 2017 dalam ajang EICMA Milan, seperti dijelaskan dalam Wikipedia – Lambretta V-Special.
Salah satu model yang paling mencuri perhatian adalah Lambretta V200 Special, skuter retro-modern yang membawa semangat masa lalu dalam balutan teknologi masa kini.
Berdasarkan spesifikasi resmi dari Lambrettascooters.com, model ini ditenagai mesin 169 cc satu silinder 4-tak, dengan tenaga 8,8 kW pada 8.000 rpm dan torsi 12,2 Nm.
Rangka semi-monocoque dari baja membuatnya lebih kokoh dibanding rival sekelasnya.
Ditambah sistem rem cakram hidrolik dan fitur ABS untuk keamanan, V200 juga menyajikan panel instrumen digital, lampu full LED, dan port USB, menjadikannya skuter klasik dengan fitur futuristik.
Tak hanya performa, Lambretta juga tetap mempertahankan dua gaya spatbor khasnya: Fixed Fender (spatbor tetap ala klasik) dan Flex Fender (mengikuti arah kemudi), membuktikan bahwa estetika tetap menjadi DNA utama merek ini.
Seluruh varian V-Special dirancang dan dikembangkan di Italia dan Jerman, lalu diproduksi secara global dengan pengawasan kualitas ketat, sebagaimana disampaikan pada situs resmi mereka. (gar)
Editor : Tegar Rukmana