Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah tren motor matic irit bahan bakar, satu nama dari era 90-an justru semakin diburu di tahun ini, yakni Yamaha F1ZR.
Motor bebek 2 tak legendaris ini memang terkenal boros bensin, namun tetap menjadi favorit banyak kolektor dan modifikator di Tanah Air.
Meski produksinya dihentikan sejak tahun 2004, pamor Yamaha F1ZR tak juga redup. Kenapa motor dengan konsumsi bahan bakar tinggi ini masih dicintai?
Berikut ini 5 alasan Yamaha F1ZR tetap diminati kendati haus BBM.
1. Desain Sporty Tak Lekang Waktu
F1ZR punya tampilan ramping dan agresif, dengan striping khas era 2000-an yang masih digemari.
Desain lampu dan bodi depan juga menambah kesan sporty, cocok dimodifikasi ke berbagai gaya.
2. Mesin 2-Tak Bertenaga dan Responsif
Meski boros, mesin 110cc 2-tak milik F1ZR menawarkan sensasi tarikan galak yang bikin nagih. Cocok bagi mereka yang rindu performa liar motor lawas.
3. Ringan dan Lincah
Dengan bobot hanya sekitar 95 kilogram, F1ZR sangat mudah diajak manuver, baik untuk selap-selip di jalan kota maupun nikung tajam di lintasan balap.
4. Suku Cadang Aftermarket Melimpah
Modifikator masih setia pada F1ZR karena ketersediaan part variasi sangat banyak.
Mulai dari knalpot, karburator, hingga bodi variasi, semuanya mudah didapat.
5. Punya Nilai Koleksi Tinggi
Kini, F1ZR masuk kategori motor klasik. Unit yang masih orisinil dan mulus bisa tembus harga belasan juta rupiah. Komunitas F1ZR juga aktif di berbagai daerah.
Fakta F1ZR yang Boros dan Kurang Ramah Lingkungan
Meski memiliki banyak kelebihan, tak bisa dipungkiri bahwa borosnya konsumsi bahan bakar menjadi kelemahan utama Yamaha F1ZR.
Mesin 2-tak butuh campuran bensin dan oli samping, yang artinya biaya operasional harian jauh lebih besar dibanding motor 4-tak atau matic masa kini.
Motor ini juga menghasilkan asap putih tebal yang mulai dianggap kurang ramah lingkungan. Di beberapa kota besar, motor 2-tak seperti F1ZR bahkan mulai dibatasi aksesnya.
Butuh Perawatan Ekstra
Pengguna F1ZR harus rutin mengecek karburator, sistem pengapian, dan selalu memastikan oli samping tersedia. Kalau kamu malas servis, siap-siap motormu rewel.
Jika mencari motor irit untuk kebutuhan harian, F1ZR jelas bukan pilihan.
Tapi kalau pencinta motor klasik, hobi modifikasi, dan punya waktu untuk merawat kendaraan tua, Yamaha F1ZR masih sangat layak dimiliki. (cor)
Editor : Andi Chorniawan