Jawa Pos Radar Lawu - Salah satu daya tarik utama dari Honda CB400 Super Four—selain desain retro dan mesin 4-silindernya yang halus—adalah penerapan teknologi VTEC (Variable Valve Timing & Lift Electronic Control).
Teknologi ini bukan hanya populer di dunia mobil Honda, tetapi juga telah terbukti memberikan kombinasi efisiensi dan performa luar biasa pada CB400 sejak diperkenalkan tahun 1999.
VTEC pertama kali hadir di CB400 Super Four melalui versi Hyper VTEC, yang diluncurkan pada awal 1999.
Mengutip dari Honda Global Newsroom, sistem ini memungkinkan pengaturan jumlah katup aktif pada setiap silinder sesuai dengan kebutuhan mesin.
Pada putaran rendah dan menengah, hanya satu katup masuk dan satu katup buang yang bekerja di tiap silinder.
Hal ini bertujuan menciptakan efek swirl (pusaran) di ruang bakar yang meningkatkan efisiensi pembakaran dan torsi bawah.
Namun saat putaran mesin meningkat, sistem VTEC secara otomatis mengaktifkan empat katup per silinder, membuka jalur udara dan bahan bakar lebih besar agar mesin mampu memberikan tenaga maksimal.
Transisi ini memberikan sensasi khas pada pengendara: tenaga tiba-tiba meningkat dengan suara mesin yang lebih agresif, namun tetap halus tanpa hentakan—sebuah ciri khas CB400 Super Four yang banyak dipuji.
Menurut Wikipedia Honda CB400SF, teknologi Hyper VTEC ini telah mengalami beberapa penyempurnaan selama generasi produksi motor ini. Versi awal (1999) memiliki titik aktifasi VTEC di 6.750 rpm.
Lalu pada versi Spec II (2002), titik aktifasinya diturunkan menjadi 6.300 rpm, untuk memberikan akselerasi lebih cepat.
Pada generasi Spec III (2004), VTEC diatur untuk aktif di 6.300 rpm pada gigi 1–5, dan tetap 6.750 rpm untuk gigi 6.
Sedangkan pada generasi terakhir yaitu CB400 Revo (2008 ke atas), Honda mulai menerapkan sistem PGM-FI (injeksi bahan bakar), serta mengatur VTEC tidak hanya berdasarkan putaran mesin, tapi juga mempertimbangkan posisi throttle dan gigi transmisi.
Dalam pengalaman berkendara, banyak pengguna menyebut VTEC pada CB400 bekerja sangat halus namun terasa beda.
Seperti yang disampaikan oleh pemilik di forum Reddit, transisi dari dua ke empat katup terjadi tanpa hentakan, namun langsung terasa pada perubahan suara knalpot dan karakter mesin yang lebih hidup di atas 6.000 rpm.
Penerapan VTEC pada CB400 Super Four juga menjadikannya salah satu motor 400cc yang unik.
Kebanyakan motor di kelas ini menggunakan dua atau empat katup tetap, tanpa pengaturan variabel.
Dengan sistem VTEC, CB400 bisa menggabungkan efisiensi bahan bakar di putaran rendah dan tenaga optimal di putaran tinggi, membuatnya cocok untuk dua gaya berkendara: santai di dalam kota dan agresif di jalur cepat. (gar)
Editor : Tegar Rukmana