Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Banyak yang Belum Tahu! 10 Fakta Honda CB400 Super Four: Motor Polisi Jepang yang Kini Diburu Kolektor

Tegar Rukmana • Sabtu, 10 Mei 2025 | 03:00 WIB
Honda CB400 Super Four: kombinasi mesin 4-silinder, teknologi VTEC, dan desain retro yang bertahan selama 30 tahun.
Honda CB400 Super Four: kombinasi mesin 4-silinder, teknologi VTEC, dan desain retro yang bertahan selama 30 tahun.

Jawa Pos Radar Lawu - Honda CB400 Super Four bukanlah motor biasa.

Dikenal sebagai salah satu motor naked bergaya klasik paling ikonik dari Jepang, CB400 telah membangun reputasi luar biasa selama lebih dari tiga dekade.

Sejak debutnya pada awal 1990-an hingga edisi terakhir yang dirilis pada 2022, motor ini terus dipuja karena performa mesin 4-silindernya yang halus.

Berikut 10 fakta menarik tentang CB400 Super Four yang dirangkum dari berbagai sumber resmi dan komunitas penggemar.

1. Mesin 4-Silinder Paling Halus di Kelasnya

CB400 Super Four dibekali mesin 399 cc DOHC 4-silinder segaris berpendingin cairan yang terkenal sangat halus dan stabil di seluruh rentang rpm.

Menurut spesifikasi resmi yang dikutip dari Moto-Data.net, tenaga maksimumnya mencapai 53 hp di 11.000 rpm dan torsi 40,1 Nm di 7.500 rpm, menjadikannya unggulan di kelasnya.

2. Teknologi VTEC Khas Honda

Sejak generasi 2002, CB400 sudah dibekali sistem VTEC—teknologi yang mengatur kerja katup untuk efisiensi dan performa optimal.

Di putaran rendah, mesin hanya membuka dua katup per silinder untuk efisiensi, dan berubah menjadi empat katup di putaran tinggi untuk performa maksimal.

Teknologi ini menjadikan CB400 satu-satunya motor 400cc yang menggunakan sistem seperti pada mobil-mobil Honda, dikutip dari Webike Japan.

3. Debut Tahun 1992 dan Bertahan 30 Tahun

Baca Juga: Triumph Speed 400 vs Royal Enfield Classic 500: Duel Mesin dengan Sistem Pendingin Berbeda, Air vs Cairan

Honda meluncurkan CB400 Super Four pertama kali pada tahun 1992.

Menurut data sejarah produk dari Honda Japan, motor ini adalah kelanjutan dari lini CB yang legendaris dan berhasil bertahan hingga 2022, menjadikannya salah satu lini motor dengan masa produksi terpanjang di kelas 400cc.

4. Hanya Dijual Resmi di Jepang

Baca Juga: Honda CB350 vs Royal Enfield Classic 350: Mana yang Lebih Aman untuk Pemula?

CB400 Super Four adalah produk JDM (Japanese Domestic Market), yang artinya hanya dijual secara resmi di Jepang.

Di luar Jepang, termasuk Indonesia, motor ini hanya bisa didapatkan melalui importir umum, sebagaimana diulas oleh Young Machine, media otomotif Jepang terkemuka.

5. Versi Bol d’Or Semi-Fairing

Baca Juga: Modifikasi Yamaha SR400 Supercharger Karya Mekanik Valentino Rossi Ini Bikin Honda CB350 dan Royal Enfield Classic 350 Minder!

CB400 juga hadir dalam varian Super Bol d’Or, yaitu versi dengan fairing setengah di bagian depan. Varian ini diciptakan untuk pengendara yang menginginkan performa aerodinamis tanpa mengorbankan gaya retro.

Nama “Bol d’Or” diambil dari ajang balap ketahanan Prancis yang melegenda.

6. Produksi Dihentikan karena Emisi Reiwa 2

Baca Juga: Honda CB350 Vs Royal Enfield Classic 350, Mana yang Paling Irit BBM?

Model Final Edition 2022 menjadi rilisan terakhir CB400, karena motor ini tidak lagi memenuhi standar emisi Reiwa 2 di Jepang, yang setara dengan Euro 5.

Informasi ini dikonfirmasi oleh laporan resmi GreatBiker Thailand, yang menyebutkan Honda menghentikan produksinya karena batas emisi baru tersebut.

7. Digunakan oleh Kepolisian Jepang

Baca Juga: Kalah Kubikasi dengan Royal Enfield Classic 500, Tapi Triumph Speed 400 Menang Tenaga? Ini Faktanya!

CB400 Super Four juga digunakan oleh unit patroli Kepolisian Jepang, karena karakter mesinnya yang responsif dan suara knalpot yang tidak mengganggu.

Beberapa sumber menyebut motor ini sering digunakan untuk keperluan lalu lintas di kota besar seperti Tokyo dan Osaka, dikutip dari dokumentasi resmi di Webike News.

8. Panel Instrumen Klasik-Modern

Baca Juga: Assist dan Slipper Clutch: Fitur Honda CB350 yang Bikin Royal Enfield Classic 350 Terlihat Ketinggalan Zaman!

Meski tampil klasik, CB400 sudah dilengkapi kombinasi speedometer analog dan layar digital kecil.

Layar ini menampilkan informasi penting seperti posisi gigi, suhu mesin, dan estimasi konsumsi bahan bakar.

9. Kapasitas Tangki Lega, Cocok untuk Touring

Baca Juga: Motor Klasik Paling Langka! Triumph Rocket 3 GT Evel Knievel Limited Edition Dirilis, Terinspirasi Stunt Legendaris

Dengan tangki bahan bakar berkapasitas 18 liter, CB400 menjadi salah satu naked bike klasik yang cocok untuk perjalanan jarak jauh.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak komunitas di Jepang menggunakan CB400 sebagai motor touring utama.

10. Sekarang Jadi Incaran Kolektor

Baca Juga: Triumph Speed 400 vs Royal Enfield Classic 500: Duel Mesin dengan Sistem Pendingin Berbeda, Air vs Cairan

Setelah diumumkan sebagai model terakhir, CB400 Super Four Final Edition langsung menjadi buruan kolektor motor klasik Jepang.

Harga bekasnya cenderung stabil bahkan meningkat, terutama karena statusnya sebagai motor 4-silinder 400cc terakhir dari Honda. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#menarik #motor retro #honda #super four #fakta #cb400