Jawa Pos Radar Lawu - Dunia otomotif, khususnya pencinta motor retro Jepang, harus siap melepas satu legenda.
Honda resmi memperkenalkan CB400 Super Four 2022, yang diyakini menjadi model terakhir dari seri motor sport naked bermesin 4-silinder ini.
Bukan karena minim peminat, tetapi lantaran aturan emisi baru di Jepang yang membuat motor ini tak lagi bisa bertahan di lini produksi.
Regulasi emisi Reiwa 2—setara dengan standar Euro 5—telah diterapkan di Jepang dan menjadi faktor utama di balik keputusan Honda untuk mengakhiri kiprah CB400 Super Four.
Mesin 399 cc yang selama ini menjadi ciri khasnya ternyata belum memenuhi ambang batas ramah lingkungan tersebut.
Dari segi tampilan, CB400 Super Four tetap mempertahankan gaya klasik yang menjadi identitasnya.
Kesan jadul justru menjadi daya tarik, mulai dari headlamp bulat, panel instrumen analog model drum, hingga bentuk tangki yang kekar.
Di bagian belakang, jok ganda berpadu dengan ekor yang sedikit runcing tapi tetap lembut—mengingatkan kita pada gaya motor naked era 90-an.
Di sektor kaki-kaki, suspensi depan tetap mengandalkan fork teleskopik, sementara suspensi belakangnya dual shock dengan swing arm aluminium yang bisa disesuaikan untuk menyesuaikan beban pengendara.
Sistem pengeremannya mengusung cakram ganda di depan dengan kaliper 4-piston, serta cakram tunggal di belakang.
Tentunya, sistem ABS dua kanal sudah menjadi perlengkapan standar untuk menjamin keselamatan.
Meski tampak klasik, motor ini tetap menawarkan sentuhan modern.
Panel speedometer dan takometernya memang analog, tapi dilengkapi dengan layar LCD kecil yang menampilkan informasi penting seperti suhu mesin, posisi gigi, dan konsumsi BBM.
Urusan performa, CB400 Super Four 2022 masih mengandalkan mesin 4-silinder segaris berkapasitas 399 cc DOHC, berpendingin cairan.
Mesin ini sanggup menyemburkan tenaga 55 PS pada 11.000 rpm dan torsi 39 Nm pada 9.500 rpm—angka yang menunjukkan karakternya sebagai motor putaran tinggi.
Motor ini dijual di Jepang dengan harga 249.000 baht, atau sekitar Rp 104 juta jika dikonversi ke rupiah.
Belum ada kabar resmi dari Honda apakah unit ini akan dipasarkan di luar negeri, termasuk ke Indonesia.
Namun mengingat ini versi terakhir, tak sedikit kolektor yang mulai melirik CB400 Super Four 2022 sebagai barang langka yang layak dikoleksi.
Meski produksinya akan dihentikan, banyak yang berspekulasi bahwa Honda sedang menyiapkan model baru sebagai penerus, dengan mesin dan teknologi yang sudah sesuai regulasi emisi modern.
Namun satu hal yang pasti: CB400 Super Four 2022 akan dikenang sebagai penutup elegan dari sebuah warisan legendaris. (gar)
Editor : Tegar Rukmana