Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pernah Merasa Sulit Membuka Diri dalam Hubungan? Kenali Jenis Attachment Style Berikut dan Ciri-cirinya!

Lailatul Fadhila Hikma • Kamis, 8 Mei 2025 | 18:30 WIB
Jenis Attachment Style dalam relationship
Jenis Attachment Style dalam relationship

Jawa Pos Radar Lawu – Pernahkah kamu merasa terlalu lengket dengan pasangan atau justru kesulitan membuka diri dalam hubunganmu?

Bisa jadi itu bukan sekadar kebiasaan atau sifat bawaan, melainkan cerminan dari attachment style yang terbentuk sejak masa kecil.

Attachment style atau gaya keterikatan emosional adalah pola dalam menjalin hubungan yang berkembang melalui interaksi awal dengan orang tua atau pengasuh utama, dan ternyata punya pengaruh besar dalam dinamika hubungan kita saat dewasa.

Gaya keterikatan ini tidak hanya memengaruhi hubungan anak dengan orang tua, tetapi juga tercermin kuat dalam hubungan dengan pasangan, persahabatan, bahkan pola komunikasi di tempat kerja.

Dewasa ini, banyak orang yang tidak sadar bahwa ketidakstabilan emosi, ketergantungan, atau kecenderungan menghindar dalam hubungan bisa berakar dari attachment style mereka yang belum dikenali atau diproses dengan baik.

Psikologi modern membagi attachment style menjadi empat tipe utama, yakni secure, anxious, avoidant, dan disorganized.

Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri berdasarkan pengalaman masa kecil.

  1. Secure Attachment, Hubungan Sehat Dimulai dari Rasa Aman

Tipe secure adalah bentuk keterikatan yang paling ideal. Biasanya terbentuk dari pola asuh yang konsisten, penuh kasih, dan memberikan rasa aman sejak masa kanak-kanak.

Orang dengan gaya secure mampu menjalin hubungan yang sehat, saling percaya, dan stabil secara emosional.

Mereka mandiri namun tidak takut untuk bergantung pada pasangan atau sahabat, dan memiliki kemampuan komunikasi yang terbuka.

Hasilnya? Hubungan yang harmonis dan saling mendukung.

  1. Anxious Attachment, Selalu Takut Kehilangan dan Butuh Validasi

Tipe anxious atau cemas seringkali muncul dari pengalaman pola asuh yang tidak konsisten, kadang dekat, kadang jauh.

Individu dengan tipe ini kerap merasa tidak aman dalam hubungan, takut ditinggalkan, dan membutuhkan validasi terus-menerus.

Mereka cenderung clingy, overthinking, mudah cemburu, dan kesulitan mempercayai pasangan. Ketergantungan emosional pun jadi tantangan utama yang membuat hubungan terasa tegang dan penuh kecemasan.

  1. Avoidant Attachment, Terlalu Mandiri hingga Sulit Terhubung Emosional

Berbanding terbalik dengan anxious, tipe avoidant lahir dari kurangnya perhatian dan kasih sayang saat masa kecil.

Mereka tumbuh dengan mengandalkan diri sendiri dan menghindari kedekatan emosional. Tipe ini cenderung tertutup, sulit mempercayai orang lain, dan menghindari komitmen.

Akibatnya, hubungan jadi terasa datar, dingin, atau sulit berkembang karena adanya jarak emosional yang terus dipertahankan.

  1. Disorganized Attachment, Antara Ingin Dekat Tapi Takut Terluka

Tipe yang satu ini merupakan gabungan antara anxious dan avoidant.

Disebut juga anxious-avoidant attachment style, disorganized attachment umumnya muncul dari pengalaman traumatis atau membingungkan di masa kecil.

Orang dengan tipe ini ingin dicintai namun takut komitmen, sering menunjukkan perilaku yang bertolak belakang, kadang sangat dekat, lalu tiba-tiba menjauh.

Hubungan yang dijalin pun cenderung penuh konflik, emosi yang tidak stabil, dan ketidakkonsistenan.

Attachment style bukanlah vonis tetap, melainkan pola yang bisa dikenali dan diubah seiring waktu.

Dengan kesadaran diri, komunikasi yang sehat, serta dukungan dari orang terdekat atau profesional, kita bisa membentuk hubungan yang lebih dewasa dan penuh pengertian. (*)

Editor : Riana M.
#psikologi #attachment style #hubungan #relationship #Keterikatan emosional