Jawa Pos Radar Lawu – Bagi yang tumbuh di era 90-an dan awal 2000-an, pasti nggak asing dengan tren modifikasi motor ekstrem yang dulu sempat merajai jalanan.
Gaya-gaya ini nggak cuma jadi simbol gaya hidup anak muda saat itu, tapi juga memicu gelombang kreativitas otomotif yang melegenda hingga sekarang.
Meski sebagian besar tren tersebut kini dianggap nyeleneh dan bahkan melanggar aturan, tetap saja nostalgia modifikasi motor jadul punya tempat spesial di hati pecintanya.
Ciri khasnya? Jok tipis, bodi pendek, dan ban super kecil alias ban cacing.
Motor-motor bebek seperti Astrea Grand, Suzuki Shogun, Yamaha Jupiter, hingga C70 sering jadi “korban” gaya ini.
Sebelum wrapping jadi tren, airbrush jadi cara paling keren buat tampil beda. Cat warna-warni, gradasi api, motif tribal sampai karakter kartun menghiasi motor, helm, bahkan spion.
Tren ini jadi langganan kontes modif dan menunjukkan keunikan karakter si pemilik motor.
3. DUB City Style: Kilap Dua Warna Bikin Silau!
Gaya DUB City menonjolkan cat mengilap dengan dua tone warna atau lebih, dipisahkan garis-garis tipis atau pinstripe.
Biasanya dikombinasikan dengan bodi ceper dan aksesori mengilap lainnya.
Gaya ini lahir dari inspirasi mobil DUB dan dibawa ke dunia motor. Hasilnya? Motor jadi pusat perhatian di jalanan dan tongkrongan.
4. Posher: Motor Full Aksesoris Posh, dari Baut sampai Rem!
Di awal 2000-an, merek Posh Racing jadi idola. Motor yang pakai aksesoris full dari Posh—baut, tuas rem, stang, sampai cakram—disebut “posher”.
Semakin banyak part Posh yang nempel, makin tinggi status gengsimu! Meski tren ini redup karena variasi terbatas, aura eksklusifnya tetap diingat sampai sekarang.
Modifikasi Jadul, Memori Anak Milenial
Meskipun sekarang tren motor lebih ke arah clean look dan proper stance, tapi modifikasi motor 90-an dan 2000-an tetap punya jiwa tersendiri.
Bukan cuma soal gaya, tapi juga soal kenangan masa muda, kreativitas tanpa batas, dan kebanggaan saat nongkrong bareng teman.
Jadi, kalau dulu pernah punya motor ceper, kamu sah jadi bagian dari generasi modif paling nyentrik! (cor)
Editor : Andi Chorniawan