Jawa Pos Radar Lawu - Jika bicara soal motor retro 350 cc, dua nama yang pasti bersaing di benak banyak orang adalah Honda CB350 dan Royal Enfield Classic 350.
Meski sama-sama tampil klasik dan menggoda secara visual, urusan performa di medan menanjak dan akselerasi, keduanya menyajikan pengalaman yang sangat berbeda.
Dikutip dari spesifikasi resmi di BikeDekho, Honda CB350 mengusung mesin 348,36 cc satu silinder berpendingin udara, yang mampu menyemburkan torsi puncak 29,4 Nm pada 3.000 rpm.
Torsi besar di putaran rendah ini menjadi kunci keunggulan CB350 saat menghadapi tanjakan curam dan jalan pegunungan.
Pengguna di forum Reddit menyebutkan bahwa motor ini “mampu naik tanjakan tanpa perlu sering oper gigi,” menunjukkan daya angkut dan respon mesin yang sigap di rpm rendah.
Sebaliknya, Royal Enfield Classic 350 dengan mesin 349 cc menghasilkan torsi puncak 27 Nm pada 4.000 rpm, seperti tercantum di situs resmi Royal Enfield India.
Angka ini membuatnya sedikit kalah responsif saat berada di tanjakan, apalagi ketika membawa boncengan atau barang bawaan.
Beberapa review pengguna juga menyebutkan bahwa Classic 350 memiliki “karakter mesin yang berat dan cenderung lamban saat start,” meskipun tetap nyaman untuk berkendara santai.
Tak hanya itu, pengguna CB350 yang menginginkan akselerasi lebih spontan bahkan melakukan modifikasi sprocket, seperti mengganti gir depan dari 14T ke 13T.
Dikutip dari Team-BHP, langkah ini terbukti membuat motor lebih galak di putaran bawah, meski mengorbankan sedikit kecepatan puncak.
Classic 350 sejauh ini belum banyak dilaporkan cocok untuk modifikasi semacam ini, karena orientasi mesinnya lebih ke arah cruising, bukan performa spontan.
CB350 juga lebih ringan dibanding Classic 350.
Dengan bobot kering sekitar 181 kg, motor ini lebih lincah untuk diajak manuver di tanjakan dan tikungan tajam.
Sedangkan Classic 350 punya bobot mendekati 195 kg, membuatnya terasa lebih berat dan memerlukan kerja mesin ekstra, terutama di jalan menanjak atau saat start-stop di kemacetan. (gar)
Editor : Tegar Rukmana