Jawa Pos Radar Lawu - Motor retro bukan hanya soal tampilan klasik, tetapi juga performa yang dapat diandalkan.
Tiga motor retro populer di Indonesia—Honda CB350, Yamaha SR400, dan Royal Enfield Classic 350—menawarkan kombinasi estetika vintage dan kemampuan berkendara yang mumpuni.
Namun, bagaimana perbandingan kecepatan puncak ketiganya?
Honda CB350
Honda CB350, dikenal juga sebagai H’ness CB350, dilengkapi dengan mesin 348,36 cc satu silinder yang menghasilkan tenaga sebesar 20,8 HP pada 5.500 rpm dan torsi 30 Nm pada 3.000 rpm.
Menurut data dari Maxabout, CB350 mampu mencapai kecepatan puncak hingga 135 km/jam.
Pengujian oleh Financial Express menunjukkan bahwa CB350 dapat mencapai kecepatan tersebut dengan stabilitas tinggi dan minim getaran.
Yamaha SR400
Yamaha SR400, dengan mesin 399 cc satu silinder berpendingin udara, dikenal dengan desain klasik dan performa yang andal.
Menurut ulasan dari Motorcycle News, SR400 mampu mencapai kecepatan puncak sekitar 145 km/jam.
Namun, kenyamanan optimal dicapai pada kecepatan sekitar 113 km/jam, mengingat karakteristik mesin dan desainnya yang lebih cocok untuk cruising santai.
Royal Enfield Classic 350
Royal Enfield Classic 350 mengusung mesin 349 cc satu silinder yang menghasilkan tenaga sebesar 20,2 HP pada 6.100 rpm dan torsi 27 Nm pada 4.000 rpm.
Menurut diskusi di Reddit, Classic 350 memiliki kecepatan puncak sekitar 114 km/jam, dengan kenyamanan berkendara optimal pada kecepatan 80–88 km/jam.
Motor ini lebih difokuskan pada kenyamanan dan gaya berkendara santai, sesuai dengan karakteristiknya sebagai motor klasik.
Jika dibandingkan dari sisi kecepatan puncak:
- Yamaha SR400: Menawarkan kecepatan puncak tertinggi di antara ketiganya, cocok bagi pengendara yang menginginkan performa lebih pada motor klasik.
- Honda CB350: Memberikan keseimbangan antara performa dan kenyamanan, dengan kecepatan puncak yang cukup tinggi dan stabilitas yang baik.
- Royal Enfield Classic 350: Lebih fokus pada kenyamanan dan gaya berkendara santai, dengan kecepatan puncak yang lebih rendah dibandingkan dua model lainnya.
Pilihan tergantung pada preferensi pengendara: apakah mengutamakan kecepatan, kenyamanan, atau kombinasi keduanya. (gar)
Editor : Tegar Rukmana