Jawa Pos Radar Lawu – Jagat media sosial sempat heboh dengan klaim bahwa Royal Enfield Classic 350 bisa tembus kecepatan 350 km/jam.
Tapi benarkah demikian? Apakah motor klasik legendaris ini memang secepat itu? Lalu bagaimana dengan Jawa 42 yang menjadi rival kuat di segmen motor retro modern?
Kami bedah secara teknis performa dan spesifikasi kedua motor tersebut berdasarkan data resmi dan pengalaman pengguna.
Klaim Kecepatan Royal Enfield Classic 350
Di atas kertas, Royal Enfield Classic 350 mengusung Mesin: 349cc, 1 silinder, 4-tak, berpendingin udara & oli.
Tenaga Maksimum: 20,2 hp @ 6100 RPM. Torsi Maksimum: 27 Nm @ 4000 RPM. Transmisi: 5 percepatan. Bobot: 195 kg. Top Speed Aktual: ±114–120 km/jam.
Klaim top speed 350 km/jam jelas tidak mungkin. Bahkan motor sport 1000cc pun belum tentu stabil di angka tersebut. Ini adalah hoaks atau candaan netizen.
Kecepatan Maksimum Jawa 42
Sementara itu, Jawa 42 memiliki Mesin: 294,72cc, 1 silinder, 4-tak, DOHC, berpendingin cairan. Tenaga Maksimum: 27,3 PS. Torsi Maksimum: 26,84 Nm @ 4000 RPM
Transmisi: 6 percepatan. Bobot: 184 kg. Top Speed Aktual: ±130 km/jam
Dengan tenaga lebih besar dan bobot lebih ringan, Jawa 42 secara nyata unggul di top speed dibanding Classic 350.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Parfum dengan Aroma Clean dan Lembut, Cocok untuk Pecinta Wangi Kalem
Perbandingan Langsung Royal Enfield Classic 350 vs Jawa 42
Kapasitas Mesin 349 cc 294,72 cc, tenaga Maksimum 20,2 hp @ 6100 RPM 27,3 PS, torsi Maksimum 27 Nm @ 4000 RPM 26,84 Nm @ 4000 RPM.
Transmisi 5-speed 6-speed dengan bobot 195 kg 184 kg. Top Speed Maksimal ±114–120 km/jam ±130 km/jam. Serta sistem pendingin air-oil cooled Liquid cooled.
Royal Enfield Classic 350 tidak mungkin mencapai 350 km/jam. Top speed realistisnya hanya sekitar 120 km/jam.
Jawa 42 lebih unggul secara performa, baik dari segi kecepatan, bobot lebih ringan, dan efisiensi mesin.
Bagi Anda yang mencari motor klasik dengan sensasi berkendara lebih cepat dan agresif, Jawa 42 lebih cocok. Sementara Classic 350 cocok untuk pencinta kenyamanan dan gaya retro Inggris yang otentik. (kid)
Editor : Nur Wachid