Jawa Pos Radar Lawu - Teknologi VTEC milik Honda dikenal sebagai salah satu inovasi mesin paling ikonik yang pernah dibuat pabrikan Jepang itu.
Nama lengkapnya, Variable Valve Timing and Lift Electronic Control, diperkenalkan pertama kali lewat Honda Integra XSi pada 1989. Tapi sejarahnya dimulai lebih awal—dari sepeda motor.
Dikutip dari Honda Global, cikal bakal VTEC muncul lewat sistem REV (Revolution-modulated Valve Control) di Honda CBR400F tahun 1983.
REV bekerja dengan mengatur jumlah katup aktif di setiap putaran mesin.
Saat RPM rendah, dua katup aktif; saat RPM tinggi, semua katup terbuka. Inilah prinsip dasar yang diadopsi dan disempurnakan menjadi VTEC di mobil-mobil Honda.
VTEC memungkinkan satu mesin bekerja dalam dua karakter: irit di bawah, buas di atas. Sistem ini menggunakan dua profil camshaft berbeda.
Pada putaran rendah, cam ringan digunakan untuk menghemat bahan bakar. Tapi saat mesin melaju lebih tinggi, cam agresif otomatis aktif lewat tekanan oli yang dikontrol oleh ECU.
Baca Juga: Jawa 350 dengan Royal Enfield Classic 350 Nyaman Mana? Jangan Salah Pilih, Simak Ulasan Berikut!
Hasilnya, tenaga melonjak tajam—fenomena yang dikenal di kalangan pecinta mobil sebagai “VTEC kicked in”.
Seiring waktu, VTEC berkembang. Ada SOHC VTEC yang hanya mengatur katup intake, DOHC VTEC yang lebih komplet untuk intake dan exhaust, lalu i-VTEC yang menggabungkan VTEC dengan sistem pengatur waktu camshaft bernama VTC.
Varian terbaru bahkan menyatu dengan turbo lewat VTEC Turbo, seperti yang digunakan pada Civic 1.5L Turbo.
Teknologi ini diterapkan ke berbagai model Honda, mulai dari Civic, Accord, hingga mobil ikonik seperti S2000 dan NSX.
Baca Juga: Hanya 40 Menit dari Kota Bekasi! Wisata Danau dan Pantai Ini Suguhkan Suasana Asri dan Sejuk
Bahkan, motor seperti VFR800 juga mengusung VTEC untuk mengatur jumlah katup yang aktif saat berkendara. Keunggulan utamanya tetap sama: mesin kecil, tenaga besar, efisiensi terjaga.
VTEC jadi bukti bahwa Honda bukan sekadar menciptakan kendaraan, tapi mengembangkan solusi teknis yang bertahan lintas generasi.
Tak heran jika mesin-mesin VTEC seperti B16, K20, dan F20C masih diburu kolektor hingga sekarang.
Suaranya, karakter RPM-nya, dan sensasi lonjakannya jadi bagian dari pengalaman berkendara yang sulit dilupakan. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid