Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah maraknya motor-motor sport modern yang penuh fitur canggih, ada satu tren jalanan yang justru berbalik arah: Herex.
Fenomena Heritage Racing Experience atau lebih dikenal sebagai Herex ini mengubah motor-motor klasik, terutama Honda CB series, menjadi ikon kecepatan dan gaya jalanan baru.
Dari yang dulunya hanya motor bapak-bapak, kini Honda CB kembali mengaum, tampil lebih liar dan penuh jiwa muda.
Baca Juga: Tetap Sehat Tanpa Pergi ke Gym? Ini 5 Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah!
Awal mulanya, Honda CB adalah motor harian yang dirancang untuk kenyamanan dan kepraktisan.
Model-model seperti CB100, CB125, hingga CB175 lahir di era 1970-an, menjadi pilihan utama bagi pengendara urban yang membutuhkan motor gesit untuk menembus lalu lintas kota.
Namun seiring berjalannya waktu, motor-motor ini mulai ditinggalkan, tergeser oleh model-model baru yang lebih modern.
Baca Juga: Duel Sengit Persebi Boyolali vs Persema Malang di 32 Besar Liga 4 Nasional, Siapa Lebih Tangguh?
Alih-alih punah, Honda CB justru menemukan napas baru melalui gerakan Herex.
Para anak muda kreatif, terutama di Jawa Timur, melihat potensi motor-motor klasik ini untuk disulap menjadi mesin adu kecepatan jalanan.
Bodinya dipapas habis, jok diganti model tipis atau buntut tawon, setang dijepit serendah mungkin, dan mesin dimodifikasi agar muntahkan tenaga lebih besar.
Baca Juga: 7 Karakter One Piece yang Mengubah Hidup Luffy Secara Drastis, Nomor 4 Jadi Titik Balik Besar
Ban belakang dipersempit, rangka dibuat lebih ringan, dan knalpot racing menyalak bising — semua demi satu hal: kecepatan dan gaya.
Fenomena Herex bukan cuma soal modifikasi ekstrem. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap heritage motor klasik.
Mereka tidak sekadar menghidupkan motor tua, tapi memberi nafas baru dengan karakter berbeda: lebih cepat, lebih sangar, lebih liar.
Honda CB yang dulu dikenal sopan, kini berubah jadi “raja jalanan” bergaya retro racing.
Herex juga melahirkan gaya hidup baru. Komunitas-komunitas Herex bermunculan, mulai dari grup kecil di gang-gang kampung sampai komunitas nasional seperti Herex Family Indonesia.
Mereka rutin mengadakan kontes modifikasi Herex, rolling thunder, hingga event balap resmi di sirkuit agar mengurangi balapan liar.
Uniknya, Honda CB tetap menjadi basis favorit di dunia Herex. Alasannya sederhana: konstruksinya kokoh, mesinnya tangguh, dan tampilannya fleksibel untuk diracik sesuai gaya racing klasik.
Tak heran kalau di event-event Herex, mayoritas motor yang mejeng — dari yang paling proper sampai yang ekstrem — berbasis CB series.
Membangun motor Herex berbasis Honda CB juga punya tantangan tersendiri.
Banyak parts orisinil yang harus dirombak total, mesin lawas yang harus disegarkan kembali, hingga pencarian part racing jadul yang sekarang sudah mulai langka.
Tapi di sanalah letak kenikmatannya: membangun sesuatu dari nol, menciptakan sesuatu yang benar-benar punya karakter. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid