Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Royal Enfield Bangun Pabrik di Thailand, Indonesia Bisa Dapat Harga Lebih Murah?

Tegar Rukmana • Sabtu, 26 April 2025 | 16:47 WIB
Pabrik Royal Enfield di Samut Prakan, Thailand, resmi beroperasi akhir 2024 dan ditargetkan produksi 30.000 unit per tahun untuk suplai ASEAN termasuk Indonesia.
Pabrik Royal Enfield di Samut Prakan, Thailand, resmi beroperasi akhir 2024 dan ditargetkan produksi 30.000 unit per tahun untuk suplai ASEAN termasuk Indonesia.

Jawa Pos Radar Lawu - Royal Enfield resmi membuka pabrik perakitan terbaru mereka di Samut Prakan, Thailand, pada akhir 2024.

Keberadaan pabrik ini bukan sekadar ekspansi industri, tapi langkah strategis dalam memperkuat dominasi merek motor klasik asal Inggris (yang kini dimiliki perusahaan India, Eicher Motors) di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Pabrik ini ditargetkan memproduksi lebih dari 30.000 unit motor per tahun, dan menjadi basis distribusi untuk kawasan ASEAN—meliputi Thailand, Indonesia, Filipina, Malaysia, hingga Vietnam.

Baca Juga: Berkunjung ke Wisata Hits Tasikmalaya, Menjelajahi Keajaiban Alam yang Masih Jarang Terjamah

Dengan jaringan suplai yang kini lebih dekat, biaya logistik yang sebelumnya tinggi untuk ekspor langsung dari India pun bisa ditekan, sehingga berpotensi menurunkan harga jual Royal Enfield di Indonesia.

Menurut laporan dari RideApart, Royal Enfield mencatatkan penjualan global lebih dari 900.000 unit pada tahun 2024, dengan sekitar 78.000 unit di antaranya berasal dari pasar internasional.

Angka ini menjadi bukti bahwa permintaan di luar India, terutama di Asia Tenggara, mulai tumbuh signifikan.

Baca Juga: 6 Varian Casablanca Femme Spray Cologne, Parfum Lokal Murah Meriah yang Wanginya Sesuai Kepribadian

Pabrik di Thailand menjadi fasilitas perakitan luar negeri keenam Royal Enfield, setelah Argentina, Kolombia, Brazil, Bangladesh, dan Nepal.

Yadvinder Singh Guleria, Chief Commercial Officer Royal Enfield, mengatakan bahwa pasar Asia Pasifik sangat potensial, khususnya untuk motor berkapasitas menengah (mid-size motorcycles) yang menjadi andalan Royal Enfield, seperti Classic 350, Meteor 350, hingga Interceptor 650.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Lokal dengan Wangi Manis tapi Nggak Bikin Eneg, Cocok Banget Buat Daily Wear!

Pertanyaannya, apakah langkah ini akan berdampak langsung ke harga Royal Enfield di Indonesia?

Jika saat ini harga Royal Enfield Classic 350 di Tanah Air berkisar Rp 122 jutaan (OTR Jakarta), maka dengan produksi yang lebih dekat dan pajak impor yang lebih rendah, harga bisa saja turun 5–10 persen dalam beberapa tahun ke depan—tergantung kebijakan lokal dan mekanisme distribusi.

Baca Juga: Wangi tapi Tetap Kalem? Ini Rekomendasi Varian Parfum AXE Male Edition Buat yang Nggak Suka Wangi Menyengat

Produksi di dalam kawasan ASEAN juga membuka peluang Royal Enfield untuk menjual varian dan edisi baru dengan harga lebih bersaing.

Terlebih, dengan semakin banyaknya penggemar motor retro di Indonesia, strategi ini sangat mungkin dilakukan demi meningkatkan penetrasi pasar.

Kawasan Asia Tenggara kini menjadi ladang persaingan antara pemain motor retro seperti Honda (dengan CB350 dan H’ness), Yamaha (XSR series), dan Benelli (Imperiale 400).

Maka, langkah Royal Enfield membangun basis produksi regional bisa menjadi kunci mempertahankan dan memperluas dominasi mereka di segmen ini. (gar/kid)

Editor : Nur Wachid
#terbaru #motor klasik #harga #royal enfield