Jawa Pos Radar Lawu - Royal Enfield kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah motor Royal Enfield Classic 500 milik Ridwan Kamil, dalam pengusutan dugaan korupsi dana iklan di Bank BJB.
Meski belum dipastikan model mana yang disita, banyak yang mulai menyoroti lini Classic 500—terutama varian langka Classic 500 Pegasus yang belakangan nilainya melonjak tajam.
Royal Enfield Classic 500 Pegasus bukan motor sembarangan.
Diperkenalkan pada 2018 sebagai edisi terbatas, motor ini hanya diproduksi sebanyak 1.000 unit secara global, dan hanya 40 unit saja yang masuk ke Indonesia.
Kala itu, motor ini dijual dengan harga Rp 109,9 juta, tapi kini nilainya bisa tembus hingga Rp 300 juta dalam kondisi istimewa.
Baca Juga: Wangi Ninggalin Jejak! 5 Rekomendasi Parfum Minimarket Murah Meriah, Harum Semerbak saat Motoran
Yang membuat Pegasus spesial bukan cuma jumlahnya yang terbatas, tapi juga latar sejarah di balik desainnya.
Motor ini terinspirasi dari Royal Enfield RE/WD 125 Flying Flea, motor ringan yang digunakan oleh pasukan terjun payung Inggris saat Perang Dunia II.
Sebagai penghormatan, desainnya tetap mempertahankan garis klasik, lengkap dengan logo Pegasus berwarna marun atau biru di tangki, serta nomor seri eksklusif di setiap unit.
Dari segi performa, Classic 500 Pegasus dibekali mesin 499 cc satu silinder, 4 tak, berpendingin udara, yang mampu menghasilkan 27,2 bhp pada 5.250 rpm dan torsi 41,3 Nm di 4.000 rpm.
Baca Juga: Anak Kuli Pasar dan Pedagang Kopi Keliling Ini Lolos SNBP Kampus Terbaik di Indonesia
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 5-percepatan—cukup untuk membawa pengendara menyusuri jalanan dengan tenang dan gaya yang tak lekang oleh waktu.
Stiker bertuliskan “Made Like a Gun” di bagian kotak aki menambah aura klasik sekaligus menjadi identitas kuat dari Royal Enfield.
Tak heran, motor ini menjadi incaran para kolektor dan selebritas.
Bahkan Omesh, presenter dan penggemar otomotif, pernah melelang motor Classic 500 Pegasus miliknya untuk donasi Palestina, dan terjual hingga Rp 300 juta.
Baca Juga: Istri Muhammad Syafril Firdaus Tahu Kelakuan Suaminya, sebelum Kasus Viral Pilih Gugat Cerai
Kasus penyitaan Royal Enfield milik Ridwan Kamil pun menambah atensi publik terhadap merek ini.
Meski unit yang disita disebut bukan varian Pegasus.
Namun fakta bahwa seseorang sekelas mantan gubernur menyimpan motor Royal Enfield memperkuat citra bahwa lini Classic 500—baik versi reguler maupun edisi spesial—memang bukan sekadar kendaraan, tapi juga bagian dari gaya hidup dan status. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid