Jawa Pos Radar Lawu - Panggung Coachella 2025 kembali menjadi tempat unjuk aksi musik dan pernyataan sikap sosial dari para musisi dunia.
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian publik datang dari Green Day, band rock legendaris asal Amerika Serikat.
Dalam penampilan mereka yang penuh energi, Green Day menyelipkan pesan politik yang jelas: dukungan terhadap Palestina.
Band yang dikenal dengan lirik-lirik kritis dan sikap anti kemapanannya ini mengangkat isu kemanusiaan di tengah-tengah festival musik bergengsi itu.
Dalam satu momen, layar panggung menampilkan tulisan besar “Free Palestine” yang langsung disambut sorakan penonton.
Aksi tersebut berlangsung saat mereka membawakan lagu “American Idiot,” yang memang dikenal sebagai lagu protes terhadap kekuasaan dan ketidakadilan.
Sorotan Media dan Dukungan Penggemar
Aksi berani Green Day itu langsung menjadi buah bibir, baik di media sosial maupun pemberitaan global.
Banyak yang mengapresiasi langkah mereka yang menggunakan panggung besar seperti Coachella untuk menyuarakan solidaritas terhadap Palestina.
Di berbagai platform media sosial, tagar #FreePalestine dan #GreenDayCoachella sempat trending, dengan banyak penggemar menyatakan kebanggaan mereka atas sikap band yang tetap konsisten menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.
Tak sedikit juga yang menyebut Green Day sebagai salah satu band yang “tetap vokal dan berani di tengah industri hiburan yang penuh tekanan.
Green Day bukan pendatang baru dalam hal menyuarakan isu sosial dan politik.
Sejak awal karier mereka, band ini dikenal berani mengekspresikan kritik terhadap pemerintahan, perang, ketimpangan sosial, dan isu lingkungan.
Album mereka yang paling ikonik, American Idiot (2004), merupakan kritik keras terhadap pemerintahan Bush dan Perang Irak.
Dengan membawa pesan “Free Palestine” di panggung sebesar Coachella, Green Day menunjukkan bahwa mereka tidak kehilangan idealismenya, bahkan setelah puluhan tahun berkarier di industri musik.
Meski banyak mendapat pujian, tidak sedikit pula yang menyayangkan sikap politis yang dibawa ke festival musik.
Namun, sebagian besar penggemar tetap berdiri di belakang Green Day, menyatakan bahwa isu kemanusiaan tak bisa dipisahkan dari panggung hiburan.
Bagi sebagian pengamat, aksi ini mencerminkan perubahan tren di kalangan musisi dunia—di mana kesadaran sosial dan solidaritas global semakin menjadi bagian dari pertunjukan publik.
Aksi Green Day di Coachella 2025 tak hanya menjadi penampilan musikal semata, tetapi juga pesan kuat tentang keberanian bersuara untuk kebenaran.
Di tengah dunia yang penuh konflik dan ketidakpastian, suara dari panggung hiburan seperti yang dilakukan Green Day menjadi pengingat bahwa musik masih punya kekuatan besar untuk membangkitkan kesadaran dan solidaritas. (*)
Editor : Riana M.