Jawa Pos Radar Lawu – Banyak pemilik mobil yang masih menganggap sepele isi radiator dengan air keran.
Padahal, kebiasaan ini bisa menimbulkan kerusakan serius pada sistem pendinginan mobil, bahkan membuat mesin overheat di tengah perjalanan.
Radiator adalah komponen vital dalam sistem pendingin mesin.
Baca Juga: King of Painting: Ketika Pelukis Gabut Bertemu Alien, Hidupnya Langsung Auto Level Up!
Fungsinya menjaga suhu kerja mesin tetap stabil dengan cara menyalurkan cairan pendingin ke seluruh bagian mesin.
Namun, efektif tidaknya proses pendinginan ini sangat bergantung pada jenis cairan yang digunakan.
Kenapa Air Keran Berbahaya untuk Radiator?
Mengutip dari laman resmi Auto2000, air keran tidak direkomendasikan karena tidak mengandung aditif penting yang dibutuhkan sistem pendingin.
Tidak seperti radiator coolant, air biasa tidak mampu mencegah karat, tidak tahan suhu tinggi.
Selain itu bisa mempercepat korosi pada logam-logam di dalam radiator.
Apalagi pada mobil bermesin diesel yang memiliki suhu kerja tinggi, penggunaan air biasa bisa membuat radiator tidak bekerja optimal.
Akibatnya, suhu mesin naik drastis dan berujung pada overheat.
Kondisi itu berisiko menyebabkan kerusakan blok mesin hingga turun mesin.
Gunakan Coolant Sesuai Spesifikasi
Untuk mencegah kerusakan fatal, pemilik kendaraan disarankan hanya menggunakan coolant atau cairan khusus radiator yang sesuai spesifikasi pabrikan.
Cairan ini tidak hanya memiliki titik didih lebih tinggi, tapi juga mengandung zat anti karat dan pelindung sistem pendinginan.
Dengan menggunakan coolant yang tepat, radiator bekerja lebih optimal, performa mesin tetap terjaga, dan risiko mogok akibat overheat bisa diminimalkan.
Jangan lagi isi radiator dengan air keran, apalagi secara rutin.
Sayangi mesin mobil Anda dengan perawatan yang tepat agar tetap awet dan aman di segala kondisi.
Editor : Andi Chorniawan