Jawa Pos Radar Lawu - Perjalanan jauh saat mudik Lebaran sering kali membuat mesin mobil bekerja lebih keras dari biasanya.
Kondisi jalan yang tidak menentu—seperti tanjakan panjang, kemacetan parah, dan suhu panas yang menyengat—bisa memicu kenaikan suhu mesin secara signifikan.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan performa mesin menurun dan membuat perjalanan jadi terganggu.
Salah satu komponen yang wajib diperhatikan setelah melakukan perjalanan jauh adalah cairan dalam mobil, terutama oli mesin.
Oli mesin berperan penting bukan hanya sebagai pelumas, tetapi juga sebagai pendingin mesin.
Ketika suhu mesin meningkat tajam dalam waktu lama, oli bisa mengalami penguapan, terutama jika suhu melebihi titik didihnya.
Padahal, meski oli telah dirancang untuk tahan panas, paparan suhu ekstrem secara terus-menerus tetap dapat menurunkan kualitasnya.
Dilansir dari laman Auto2000, oli mesin yang terlalu panas akan menguap dan menyebabkan pelumasan di ruang mesin tidak bekerja secara optimal.
Akibatnya, gesekan antarkomponen dalam mesin menjadi lebih kasar dan berisiko mempercepat kerusakan.
Oleh karena itu, setelah pulang mudik, ada baiknya pemilik kendaraan segera mengecek kondisi oli mesin.
Pastikan oli masih berada di atas batas minimal pada dipstick dan tidak dalam kondisi keruh atau menghitam pekat.
Jika oli sudah terlihat kotor atau volumenya berkurang, sebaiknya segera lakukan penggantian.
Jangan menunggu mesin terasa bermasalah, karena kerusakan akibat oli yang tidak optimal bisa sangat mahal untuk diperbaiki.
Jadi, jangan hanya fokus mencuci mobil dari luar setelah mudik. Perhatikan juga kondisi bagian dalam mobil, terutama oli mesin.
Dengan melakukan pengecekan dan perawatan secara rutin, performa mobil tetap terjaga dan siap digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan selanjutnya.
Ingat, mesin yang sehat akan membuat mobil lebih awet dan nyaman dikendarai.
Editor : Andi Chorniawan