Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengapa Gambar Kartun Bergaya Ghibli Mendadak Viral di Internet? Ini Alasannya!

Muhammad Aditya Pangestu • Rabu, 2 April 2025 | 19:32 WIB
Kartun Ghibli mendadak viral di internet, ini alasannya!
Kartun Ghibli mendadak viral di internet, ini alasannya!

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam beberapa waktu terakhir, jagat internet diramaikan dengan tren gambar bergaya Studio Ghibli yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). 

Fenomena ini semakin viral setelah Sam Altman, pendiri OpenAI, mengunggah gambar profilnya yang dibuat dengan AI berkonsep ala Studio Ghibli.

Langkah ini kemudian diikuti oleh para influencer dan selebgram, sehingga semakin banyak orang yang turut serta dalam tren ini. 

Netizen yang tak ingin ketinggalan merasa terdorong oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO) untuk ikut membuat dan membagikan gambar mereka dalam gaya yang sama.

Sam Altman sendiri dikenal sebagai sosok inovatif dalam dunia teknologi, terutama melalui perusahaannya, OpenAI.

Perusahaan ini berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan untuk membantu kebutuhan manusia.

ChatGPT, salah satu produk OpenAI, telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi melalui percakapan berbasis AI yang menyerupai komunikasi alami. 

Keputusan Altman untuk memanfaatkan AI dalam seni visual tidak hanya menarik perhatian penggemar teknologi, tetapi juga menciptakan dampak luas di media sosial.

Rumus viral yang diterapkan oleh Sam Altman dalam fenomena ini bisa dijelaskan melalui konsep Crossing the Chasm.

Di mana strategi pemasaran hanya menargetkan kelompok inovator dan early adopters, mereka yang selalu menjadi pengguna awal dalam perkembangan teknologi. 

Dengan melibatkan kelompok ini, tren dapat berkembang secara organik hingga akhirnya menjangkau khalayak yang lebih luas.

Namun, tren ini juga memicu perdebatan, terutama karena sikap tegas Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli, yang secara terang-terangan menolak penggunaan AI dalam seni. 

Miyazaki, yang dikenal sebagai kreator film animasi legendaris seperti Spirited Away dan My Neighbor Totoro, sudah lama menyuarakan ketidaksukaannya terhadap AI dalam industri kreatif. 

Dalam sebuah dokumenter NHK tahun 2016, ia bahkan menyebut animasi yang dihasilkan AI sebagai “penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.” 

Menurutnya, seni seharusnya lahir dari pengalaman dan kreativitas manusia, bukan sekadar hasil kalkulasi algoritma tanpa jiwa.

Penolakan Miyazaki terhadap AI kembali menjadi sorotan seiring dengan maraknya gambar bergaya Studio Ghibli yang dihasilkan oleh teknologi ini.

Perdebatan pun mencuat terkait legalitas penggunaan karya seni sebagai basis pelatihan AI. 

Di Jepang, hukum hak cipta memang mengizinkan AI untuk dilatih menggunakan berbagai karya seni, tetapi banyak pihak merasa keberatan karena berpotensi melanggar hak intelektual. 

Bahkan, beredar laporan bahwa Studio Ghibli telah mengirimkan surat keberatan kepada Gib Studio LLC, perusahaan yang diduga memanfaatkan kekayaan intelektual mereka tanpa izin dalam pengembangan AI.

Meski demikian, tren ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan semakin terintegrasi dalam dunia seni dan budaya populer. 

Bagi sebagian orang, AI menawarkan peluang baru dalam eksplorasi visual, sementara bagi yang lain, teknologi ini mengancam esensi kreativitas manusia. 

Perdebatan ini kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan kemajuan AI, menantang batas antara inovasi dan autentisitas dalam dunia seni. (*)

Editor : Riana M.
#Sam Altman #openai #ChatGPT #ghibli #gibli style #tren