Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Helmy Yahya Kritik Pedas Willie Salim, demi Konten Kamuflase Rendang Hilang di Palembang

Nur Wachid • Senin, 24 Maret 2025 | 12:55 WIB
Helmy Yahya memberikan kritik pedas pada aksi kontroversi Willie Salim yang viral rendang di Palembang.
Helmy Yahya memberikan kritik pedas pada aksi kontroversi Willie Salim yang viral rendang di Palembang.

Jawa Pos Radar Lawu – Pesohor dan mantan pembawa acara legendaris Helmy Yahya angkat suara menanggapi viralnya insiden hilangnya 200 kg rendang dalam acara YouTuber Willie Salim di Palembang.

Dalam sebuah video yang diunggah lewat akun Instagram miliknya pekan ini, Helmy menyampaikan kritik tajam terhadap gaya konten dan eksekusi acara yang dianggapnya tak matang serta berdampak buruk terhadap citra warga Palembang.

Helmy, yang dikenal lewat program Uang Kaget dan Bedah Rumah, menilai peristiwa ini bisa mencoreng nama baik masyarakat lokal karena membentuk kesan bahwa warga Palembang tidak tertib saat menghadiri acara publik.

“Masalahnya, orang banyak menduga ini settingan. Ekspresi mukamu, enggak terlalu kaget juga,” ujar Helmy Yahya dalam videonya.

Menurutnya, acara semacam ini memang sah-sah saja dilakukan demi konten media sosial.

Tetapi penyelenggara perlu bertanggung jawab atas dampak sosial yang mungkin timbul, terutama jika melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

“Mungkin Anda tidak sadar atau mungkin sadar, apa yang dilakukan sekarang itu mempermalukan sebagian orang Palembang. Enggak segitunya kali,” imbuh Helmy.

Dalam video yang viral itu, Willie Salim diketahui menggelar acara bagi-bagi rendang gratis di kawasan Monpera, Palembang.

Namun, makanan dalam jumlah besar itu tiba-tiba raib dan menimbulkan tanda tanya besar.

Banyak warganet berspekulasi soal kemungkinan settingan konten, hingga menuding warga “merampas” makanan tanpa antrian.

Helmy pun menyesalkan narasi yang kemudian terbentuk di media sosial, seperti “orang Palembang rakus” atau “enggak bisa diatur”, yang menurutnya sangat merugikan.

“Wah orang Palembang enggak bisa diatur. Rakus, begitu yang belum matang saja diserbu habis. Ada yang bilang bawa ember, dan sebagainya sehingga orang banyak menduga ini settingan,” kata dia.

Sebagai penutup, Helmy mengajak para kreator konten untuk lebih bijak dalam berinovasi.

“Silakan melakukan kreativitas apapun, tapi pikirkan dampaknya,” pungkas Helmy. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#rendang #palembang #willie salim #helmy yahya #viral