Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sebut Indomie Goreng Aceh Bau Kalajengking dan Sirup ABC Berasa Bensin, Tasyi Athasyia Dihujat Netizen

Indi Wardani • Senin, 10 Maret 2025 | 17:48 WIB
Tasyi Athasyia dalam salah satu videonya saat mukbang
Tasyi Athasyia dalam salah satu videonya saat mukbang

Jawa Pos Radar Lawu - Tasyi Athasyia kembali menjadi sorotan setelah ulasan kontroversialnya terhadap beberapa produk makanan yang viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang beredar luas di TikTok dan YouTube, Tasyi menyebut bahwa Indomie Goreng Aceh memiliki aroma yang mirip bau kalajengking, sementara sirup ABC ia nilai memiliki rasa seperti bensin.

Pernyataan ini sontak menuai reaksi keras dari netizen, yang menilai komentarnya berlebihan, tidak berdasar, dan berpotensi merusak reputasi merek dagang.

Dalam video yang ia unggah, Tasyi terlihat mengulas beberapa varian mie instan.

Saat mencicipi Indomie Goreng Aceh, ia mengungkapkan bahwa ada aroma aneh yang membuatnya kurang nyaman.

Menurutnya, bau tersebut tidak biasa dan terasa kurang cocok di lidahnya.

“Aku nggak ngerti sih, ini tuh kayak ada aroma yang nggak familiar banget buat aku. Jujur, ini kayak ada bau yang aneh, kayak… aku tuh nggak tahu ya, tapi ini mirip bau kalajengking,” ujar Tasyi dalam videonya.

Pernyataan ini langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Banyak netizen mempertanyakan bagaimana Tasyi bisa mengetahui bau kalajengking, mengingat hewan ini bukan sesuatu yang biasa dicium aromanya.

Beberapa bahkan menganggap bahwa ucapannya tidak masuk akal dan hanya dibuat-buat untuk menciptakan kontroversi serta menaikkan engagement.

“Kalajengking tuh baunya kayak apa ya? Kok bisa tahu?” tulis seorang netizen di kolom komentar.

“Indomie Goreng Aceh favorit gue jadi dikatain bau kalajengking. Please deh, review makanan tuh pakai bahasa yang pantas,” komentar netizen lainnya.

Tak berhenti di situ, Tasyi juga mengomentari rasa sirup ABC, sebuah produk minuman manis yang sudah lama dikenal luas di Indonesia.

Setelah mencicipinya, ia menunjukkan ekspresi terkejut dan mengatakan bahwa rasa sirup tersebut mengingatkannya pada bensin.

“Jujur ya, ini tuh kayak ada aftertaste yang aneh banget. Aku nggak tahu kenapa, tapi ini kayak rasa bensin. Seriusan, ada yang ngerasain juga nggak?” ungkapnya.

Komentarnya kembali memicu kemarahan netizen, yang menilai perbandingan tersebut sangat tidak masuk akal dan berlebihan.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana Tasyi bisa mengetahui rasa bensin, dan menganggap bahwa ulasannya terkesan asal-asalan tanpa dasar yang jelas.

“Pernah minum bensin kak?” sindir seorang netizen.

“Sirup ABC dari dulu enak-enak aja, kok tiba-tiba dibilang rasa bensin? Review kok makin ngawur,” tambah yang lain.

Banyak warganet yang merasa bahwa Tasyi semakin sering membuat ulasan kontroversial yang menyinggung produk tertentu, sehingga muncul anggapan bahwa ia sengaja mencari sensasi demi viralitas.

Beberapa bahkan menudingnya tidak profesional sebagai food reviewer, karena menggunakan bahasa yang lebih menyerang daripada memberikan kritik yang membangun.

Hujatan dari netizen semakin membanjiri berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok, Instagram, hingga Twitter.

Sebagian besar merasa bahwa kritik terhadap suatu produk makanan seharusnya disampaikan dengan cara yang lebih sopan dan profesional, bukan dengan membandingkannya dengan sesuatu yang berkonotasi negatif seperti bensin atau kalajengking.

Baca Juga: Teori One Piece: Loki Adalah Anak dari Pasangan Mother Carmel dan Raja Harald, Simak Petunjuknya di Sini!

Sejumlah warganet bahkan membandingkannya dengan food reviewer lain yang dinilai lebih beretika dalam memberikan ulasan.

“Mau kritik boleh, tapi pakai bahasa yang lebih sopan dong. Masa bilang bau kalajengking dan rasa bensin?” tulis seorang pengguna Twitter.

“Coba bandingin sama food reviewer lain yang bahasanya lebih elegan. Nggak perlu sampai bikin sensasi begini,” tambah netizen lainnya.

Di tengah hujatan yang terus bermunculan, Tasyi akhirnya memberikan klarifikasi melalui Instagram Story.

Ia menegaskan bahwa ulasannya adalah pendapat jujur berdasarkan pengalaman pribadinya dan bukan bertujuan untuk menjatuhkan merek tertentu.

“Aku selalu review jujur apa adanya. Kalau aku suka, aku bilang suka. Kalau aku nggak suka, aku bilang nggak suka. Aku nggak akan bohong demi menyenangkan orang,” ujar Tasyi dalam unggahannya.

Namun, klarifikasi ini tampaknya tidak cukup untuk meredakan amarah netizen.

Banyak yang masih mempertanyakan motivasinya dalam memberikan review yang dinilai terlalu ekstrem, serta mengkritik cara penyampaiannya yang dianggap kurang bijak.

Hingga kini, perdebatan di media sosial masih terus berlanjut.

Beberapa orang membela Tasyi dengan alasan bahwa review adalah soal selera dan opini pribadi.

Sementara yang lain tetap beranggapan bahwa bahasa yang digunakan seharusnya lebih bertanggung jawab dan tidak merugikan pihak lain.

Kasus ini kembali menjadi contoh bagaimana seorang influencer dengan jutaan pengikut harus lebih berhati-hati dalam memberikan ulasan, terutama terkait produk makanan yang telah dikenal luas oleh masyarakat.

Apakah Tasyi akan memberikan permintaan maaf atau tetap bertahan dengan pendapatnya?

Warganet masih menunggu kelanjutan dari kontroversi ini. (*)

Editor : Riana M.
#review #nicky tirta #indomie goreng #food reviewer #mie instan #Tasyi Athasyia