Jawa Pos Radar Lawu - Sejak kecil, Zaskia Adya Mecca sudah memiliki impian besar: menjadi seseorang yang bermanfaat bagi sesama.
Nilai ini tertanam kuat dalam dirinya dan kini terwujud dalam berbagai aksi kemanusiaan, khususnya di Palestina.
Setelah berhasil membangun masjid darurat di Gaza, Zaskia kini kembali dengan misi mulia lainnya—menyediakan menu iftar setiap hari selama Ramadan di kawasan Masjid Al-Aqsa.
“Selama satu bulan penuh, kami menyediakan iftar buat di kawasan Masjid Al-Aqsa. Dan semua iftar yang dilakukan di Dome of the Rock itu dari Indonesia, dari tim aku juga. Dan ini sudah tahun kedua kita melakukan itu,” ujar Zaskia dalam sebuah acara di Jakarta.
Aksi Kemanusiaan yang Tak Berhenti
Bagi Zaskia, membantu Palestina bukan sekadar program jangka panjang yang direncanakan secara tahunan, melainkan sebuah komitmen yang dijalankan dari hari ke hari.
“Sebenarnya kegiatanku di sana nggak ‘bulan depan ada apa’ atau gimana, tapi harian,” ungkapnya.
Setiap hari, Zaskia dan timnya mencari cara baru untuk terus memberikan bantuan yang paling dibutuhkan. Setelah menyediakan iftar, ia kini berencana membangun medical point di Gaza.
“Jadi kayak tempat kecil, ada obat, ada medis, yang selalu stand by di Gaza. Dan kami mau bikin satu musala lagi di sana,” katanya.
Tak berhenti di situ, Zaskia juga rutin mengunjungi Palestina untuk meninjau langsung situasi dan menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau aku jalan ke sana sebenarnya untuk survei lagi, apa yang harus aku lakukan untuk menjaga hubungan baik dan meramaikan Aqsa,” tambahnya.
Misi Hidup Sejak Kecil
Zaskia tidak melihat aksi kemanusiaannya sebagai sekadar bantuan, melainkan panggilan hidup.
Sejak masih duduk di bangku SD, ia sudah memikirkan bagaimana caranya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.
“Sejak SD, aku mulai berpikir bagaimana cara aku bisa bermanfaat hidupnya bagi orang lain. Kalau di ajaranku, sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Itu cita-citaku,” ungkapnya.
Kini, dengan anak-anaknya yang sudah mulai besar dan tidak lagi balita, Zaskia merasa lebih fleksibel untuk terjun langsung ke lapangan.
“Sekarang aku sudah nggak sibuk sama bayi, anak aku sudah bukan balita semua jadi sudah siap ditinggal. Jadi sekarang aku bisa menjalani passion-ku dengan lebih maksimal,” katanya.
Berbagi Tanpa Batas
Zaskia Adya Mecca membuktikan bahwa berbagi tak mengenal batas. Ia terus berupaya mencari cara terbaik untuk membantu masyarakat Palestina, dari membangun tempat ibadah hingga menyediakan layanan medis.
Baginya, ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan tanggung jawab dan bentuk kepedulian yang terus ia jaga. “Aku selalu berpikir, apa lagi ini yang bisa aku lakukan? Jadi nggak cuma sekali aja,” tegasnya.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Zaskia berkomitmen untuk terus membantu Palestina. Melalui tangan-tangannya, kebaikan dari Indonesia terus mengalir hingga ke Masjid Al-Aqsa dan Gaza. (*)
Editor : Riana M.