Jawa Pos Radar Lawu - Pernikahan elite bisa jadi jalan melanggengkan strata keluarga konglomerat Indonesia.
Berikut tujuh pernikahan yang menyatukan keluarga-keluarga tajir di Indonesia:
Amelia Santoso & Victor Hartono
Pada tahun 2014, Amelia Santoso, putri dari Benny Setiawan Santoso petinggi Salim Group menikah dengan Victor Hartono, putra sulung Robert Budi Hartono dari Djarum Group.
Pernikahan ini menggabungkan kekuatan dua raksasa bisnis di Indonesia.
Henry Riady & Alexandra Yasa
Henry Riady, cucu pendiri Lippo Group Mochtar Riady, menikahi Alexandra Yasa, keponakan dari Husain Djojonegoro yang mengelola ABC Group.
Pernikahan ini mempererat hubungan antara dua keluarga besar di sektor properti dan barang konsumsi.
Pranja Murdayana & Irene Tedja
Pranja Murdayana, anak dari pendiri Central Cipta Murdayana Group, menikah dengan Irene Tedja, putri dari Alexander Tedja, bos Pakuwon Group.
Ikatan ini menyatukan dua keluarga besar di sektor properti dan konstruksi.
Caroline Riady & Soeharto Djojonegoro
Caroline Riady, bagian dari generasi ketiga Lippo Group, menikah dengan Soeharto Djojonegoro dari keluarga Orang Tua Group.
Pernikahan ini memperkuat hubungan antara dua konglomerasi besar di Indonesia.
Stephanie Riady & Soebroto Djojonegoro
Stephanie Riady, juga dari keluarga Lippo Group, menikah dengan Soebroto Djojonegoro dari keluarga Orang Tua Group.
Ikatan ini semakin mempererat hubungan bisnis antara kedua keluarga.
John Riady & Chew Xuan Wei
John Riady, putra kedua James Riady dari Lippo Group, menikahi Chew Xuan Wei, anak konglomerat Singapura Chew Hua Seng, pada tahun 2015.
Pernikahan ini memperluas jaringan bisnis keluarga Riady hingga ke Singapura.
Rosy Riady & Tahir
Rosy Riady, putri pendiri Lippo Group Mochtar Riady, menikah dengan Tahir, pendiri Mayapada Group.
Baca Juga: Setelah dari LA Ronaldo Terbang ke Indonesia, Polda NTT Siap Amankan Tapi Belum Ada Permintaan Resmi
Pernikahan ini menyatukan dua keluarga besar di sektor perbankan dan properti.
Pernikahan-pernikahan ini tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga memperkuat aliansi bisnis dan memperluas pengaruh keluarga-keluarga konglomerat di Indonesia. (*)
Editor : Nur Wachid