Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Waspada Dampak Hyper Parenting Pada Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Wajib Pahami

Davita Dyah Ayu • Minggu, 9 Februari 2025 | 23:08 WIB
Orang tua yang hyper parenting cenderung mengatur semua aspek kehidupan anak mereka
Orang tua yang hyper parenting cenderung mengatur semua aspek kehidupan anak mereka

Jawa Pos Radar Lawu – Hyper parenting berasal dari keinginan orang tua untuk memastikan anak mereka sukses dan sehat di masa depan.

Keinginan untuk anak berhasil adalah hal yang wajar. Namun, obsesi ini dapat berdampak buruk pada perkembangan anak.

Istilah hyper parenting sering disamakan dengan helicopter parenting, yang merupakan pola asuh orangtua memiliki lebih banyak kontrol atas, melindungi, dan menyempurnakan kehidupan anak mereka.

Banyak orangtua tidak menyadari bahwa mereka melakukan ini karena kasih sayang. Namun, tindakan ini dapat menghambat pertumbuhan dan kemandirian anak.

Sebagai orangtua, harus memberikan bimbingan dan arahan yang tepat kepada anak Anda agar mereka tumbuh menjadi orang yang baik dan berakhlak mulia.

Namun, perlu dipikirkan apakah metode yang digunakan sudah tepat. Orang tua mungkin menerapkan hyper parenting tanpa disadari jika mereka terlalu mengontrol dan membatasi anak mereka.

Orang tua yang terlalu khawatir tentang masa depan anak mereka sering menggunakan pola asuh ini, meskipun istilah ini terdengar aneh. Anak sering merasa tertekan karena hal ini.

Ciri – ciri Hyper Parenting

Mengatur Segala Hak Terkait Anak

Baca Juga: 4 Drama Korea dengan Rating Tertinggi yang Mencuri Perhatian Penonton pada Awal Februari 2025

Orang tua yang hyper parenting cenderung mengatur semua aspek kehidupan anak mereka, termasuk pilihan pakaian, kegiatan ekstrakurikuler, tempat les, dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Akibatnya, anak memiliki ruang gerak yang terbatas dan sulit untuk berkomunikasi secara mandiri.

Selalu Mengkritik Anak

Orangtua dapat membuat anak tertekan jika mereka kritik terlalu sering tanpa mendorong mereka. Orang tua yang hyper-parenting seringkali berkonsentrasi pada prestasi akademik anak mereka dan marah jika anak mereka gagal.

Memaksakan Kehendak

Orangtua dengan pola asuh hyper parenting sering memaksakan kehendaknya kepada anak, terutama dalam hal kegiatan ekstrakurikuler dan pendidikan.

Mereka tidak mempertimbangkan kondisi fisik dan mental anak saat mereka membuat jadwal yang padat dengan les tambahan dan aktivitas lainnya.

Dampak Hyper Parenting

Meskipun niat awalnya baik, pola asuh hyper parenting dapat membahayakan anak.

Anak-anak yang selalu diawasi akan kesulitan membuat keputusan sendiri, yang mengurangi kemandirian mereka.

Selain itu, mereka mungkin tidak percaya diri karena takut gagal atau dikritik.

Selain itu, tekanan dari orang tua dapat menyebabkan kecemasan dan stres berlebihan dalam hal akademik dan sosial.

Karena anak merasa terkekang dan mulai menjaga jarak dari orangtuanya, hubungan antara orangtua dan anak akhirnya dapat menjadi tidak harmonis.

Melakukan upaya untuk memastikan anak sukses sejak usia dini adalah hal yang baik, tetapi jangan menjadi obsesi.

Kesehatan mental dan fisik anak harus diperhatikan selain prestasi mereka.

Anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan bahagia di masa depan dengan pola asuh yang lebih seimbang. (*)

Editor : Riana M.
#anak-anak #parenting #hyper parenting #helicopter parenting #pola asuh #orang tua