Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Beda Nasib A Business Proposal: Versi Indonesia Turun Layar, Versi Korea Tetap Berjaya

Indi Wardani • Minggu, 9 Februari 2025 | 21:42 WIB
Poster Film A Business Proposal, kiri versi Indonesia kanan versi Korea
Poster Film A Business Proposal, kiri versi Indonesia kanan versi Korea

Jawa Pos Radar Lawu - Film A Business Proposal versi Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah gagal menarik minat penonton di Tanah Air.

Berbeda dengan drama Korea aslinya yang masih memiliki banyak penggemar, adaptasi layar lebar Indonesia justru mengalami kemerosotan hingga turun layar di berbagai bioskop.

Kondisi ini semakin terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta, di mana hanya beberapa bioskop yang masih menayangkan film yang dibintangi oleh Abidzar Al-Ghifari dan Ariel Tatum.

Beberapa pengguna media sosial, khususnya di TikTok, menunjukkan bahwa film tersebut sepi penonton di hari pertama penayangannya.

Salah satunya adalah akun @hanarisli yang membagikan pengalamannya saat menonton film ini pada pukul 16.30 WIB di hari pertama rilis.

Aku orang pertama yang beli tiket ini. Sepi banget guys, cuma aku sendirian,” kata Hana dalam unggahannya.

Tak hanya itu, di media sosial X juga ada yang ikut berkomentar bahwa saat ini film A Business Proposal versi Indonesia mendapat skor IMDb 1,3/10 dari peringkat 1,4K sejauh ini.

“'A Business Proposal' has garnered an IMDb score of 1.3/10 from 1.4K ratings so far,” tulis akun @IndoPopBase.

Bahkan, di media sosial, warganet ramai mengomentari nasib film ini dengan berbagai reaksi.

“Ubur-ubur ikan lele. Sudah turun layar, Le,” tulis seorang pengguna media sosial, yang kemudian dikaitkan dengan kesuksesan versi Korea yang tetap digandrungi banyak orang.

Sejumlah warganet menduga bahwa penyebab gagalnya A Business Proposal versi Indonesia adalah kekecewaan terhadap kualitas adaptasi.

Banyak yang justru memilih untuk kembali menonton drama aslinya dibandingkan menonton versi lokal.

Selain itu, turunnya film ini dari layar bioskop juga dikaitkan dengan kontroversi yang melibatkan Abidzar Al-Ghifari.

Dalam sebuah wawancara, aktor tersebut mengaku tidak menonton drama maupun membaca webtoon aslinya sebelum memerankan karakter utama, yang memicu reaksi negatif dari para penggemar.

Dengan animo yang rendah terhadap adaptasi Indonesia, tampaknya kejayaan A Business Proposal tetap berada di tangan versi Korea, sementara versi lokal harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat dari yang diharapkan.

Editor : Mizan Ahsani
#film #kontroversi #korea #a business proposal #Abidzar Al Ghifari #rating