Jawa Pos Radar Lawu - Film A Business Proposal produksi Falcon Pictures tampaknya mengalami awal yang kurang memuaskan di box office Indonesia.
Pada hari pertama penayangannya, 6 Februari 2025, film ini hanya meraih 10.035 penonton, berdasarkan data dari situs Film Indonesia.
Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan Petaka Gunung Gede, yang mencatat 170.007 penonton di hari pertama.
Film ini menjadi yang paling banyak ditonton pada pembukaan, menunjukkan dominasi genre thriller bencana di pasar Indonesia.
Selain itu, beberapa film lain yang tayang bersamaan juga mencatat angka lebih tinggi dari A Business Proposal, seperti:
Pulung Gantung: Pati Ngendat – 31.304 penonton
Coto vs Konro – 3.320 penonton
1 Kakak 7 Ponakan – 915.365 penonton
Perayaan Mati Rasa – 752.279 penonton
Kontroversi Abidzar Al Ghifari Diduga Pengaruhi Penonton
Rendahnya jumlah penonton A Business Proposal diduga berkaitan dengan kontroversi yang melibatkan salah satu pemeran utama, Abidzar Al Ghifari.
Aktor muda ini sempat mengeluarkan pernyataan yang menuai kritik dari penggemar K-Drama saat melakukan promosi.
Dalam sebuah podcast, Abidzar menyebut istilah “penggemar fanatik” yang dianggap menyinggung komunitas penggemar drama Korea.
Selain itu, dia juga mengaku tidak menonton versi asli A Business Proposal sebagai bahan riset untuk perannya.
Akibatnya, banyak netizen yang menghujat Abidzar di media sosial, bahkan beberapa di antaranya menyatakan boikot terhadap film ini.
Abidzar Minta Maaf
Setelah mendapat banyak kritik, Abidzar akhirnya mengeluarkan permintaan maaf melalui media sosial.
“Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti, atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah,” tulisnya.
Dirinya juga berterima kasih kepada publik atas kritik yang diberikan dan menganggapnya sebagai pelajaran penting dalam perjalanan kariernya.
Mampukah A Business Proposal Bangkit?
Meskipun mengalami start yang lambat, A Business Proposal masih memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah penonton di hari-hari berikutnya.
Namun, persaingan dengan film lain, terutama yang sudah memiliki hype besar seperti Petaka Gunung Gede, tentu menjadi tantangan tersendiri.
Apakah kontroversi ini akan terus memengaruhi performa film? Atau justru menarik rasa penasaran penonton? Semua akan terlihat dalam beberapa hari ke depan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani