Jawa Pos Radar Lawu - Bermedia sosial merupakan kegiatan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Adanya aplikasi media sosial yang mempermudah kita saling berhubungan adalah salah satu keuntungan saat ini.
Namun tak sedikit orang yang sering membagikan kegiatan sehari-harinya di status media sosialnya. Salah satunya membagikan momen aktivitasnya di aplikasi WhatsApp.
Untuk mereka yang sering membagikan aktivitasnya bisa jadi mereka memiliki beberapa indikasi kepribadian dalam bersosial media.
Ada sisi negatif dan positif tergantung bagaimana presepsi bahkan kondisi orang yang menguploadnya.
ini beberapa ciri-cirinya menurut prespektif Psikologi:
1. Senang Berbagi dan Terhubung
Orang yang suka membagikan status WhatsApp bisa jadi mereka bisa terhubung dengan satu sama lain dan merasa dihargai.
2. Ekstrovert
Mereka yang suka membuat status WhatsApp umumnya memiliki kepribadian yang ekstrovert dan mereka cenderung bisa mengimbangkan kehidupan sosmed mereka dengan kehidupan asli mereka.
3. Ingin Meningkatkan Branding Diri
Bagu pebisnis atau influencer branding diri dapat meningkatkan engagement mereka, hal ini juga dapat meningkatkan brand awareness dan menjangkau target audience yang mereka inginkan.
Baca Juga: 3 Dugaan Penyebab Kecelakaan Tol Ciawi, Korlantas Polri Investigasi dengan TAA
Namun beberapa orang juga menggunakan sosmed bukan hanya untuk kesenangan semata. Tetapi ada beberapa oknum yang menggunakannya untuk melancarkan aksi negatif.
Tak semua orang mendapatkan dampak positif dengan membuat status Whatsapp semua aktivitasnya, berikut sisi negatif dilansir dari berbagai sumber:
1. NPD
NPD atau Narssistic Personality Disorder adalah penyakit mental yang dimana bisa mempengaruhi orang untuk bersosial media.
mereka akan terus mengupload status WhatsApp meskipun isi kontennya baik atau buruk.
2. Indikasi FOMO yang Berlebihan
Fear Of Missing Out atau FOMO biasa terjadi dari berbagai kalangan, namun apabila hal itu terjadi secara berlebihan bisa membuat tidak bisa lepas dari penggunaan WhatsApp sehingga akan menganggu kehidupan nyata.
3. Privasi Kehidupan Hilang
Orang-orang yang sering sekali membuat status WhatsApp bisa membuat privasi mereka terbuka, mereka yang selalu mengabadikan momen yang meskipun tidak penting dapat membuat kehidupan mereka tidak memiliki privasi yang cukup.
apapun yang diumbar berlebihan itu tidak baik. Itulah beberapa sisi kepribadian orang yang suka pamer semua aktivitas melalui status Whatsapp. (salsa-mg-pnm/kid)