Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Parenting Burnout Kondisi Orang Tua Kehilangan Energi dan Semangat dalam Mengasuh Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Lailatul Fadhila Hikma • Selasa, 28 Januari 2025 | 22:46 WIB
Tanda-Tanda Parenting Burnout yang Perlu Kamu Kenali
Tanda-Tanda Parenting Burnout yang Perlu Kamu Kenali

Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang tua yang mengaku merasa lelah secara fisik dan emosional dalam menjalani peran mereka dalam mengasuh anak.

Mengasuh anak memang tidak pernah mudah. Setiap tahap pertumbuhan anak menghadirkan tantangan tersendiri.

Tak jarang, orang tua merasa kehilangan energi, baik fisik maupun mental, dalam menjalani peran tersebut.

Kondisi ini sering dikenal dengan istilah parenting burnout atau kelelahan akibat pengasuhan.

Tanda-tanda Parenting Burnout yang Perlu Kamu Kenali

Baca Juga: Daftar Korban Siswa SMPN 7 Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini: 9 Selamat, 3 Tewas, 1 dalam Pencarian

Bagi banyak orang tua, rasanya sulit untuk mengakui jika mereka tengah mengalami parenting burnout.

Mereka sering merasa cemas, tidak mampu memenuhi ekspektasi tinggi, atau merasa tidak cukup baik dalam menjalankan tugas sebagai orang tua.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

Perasaan lelah yang tidak hanya datang setelah aktivitas sehari-hari, tetapi bahkan saat bangun tidur.

Ini adalah sikap orang tua yang merasa apatis terhadap aktivitas pengasuhan atau tidak merasa bahagia saat berinteraksi dengan anak.

Orang tua akan terus-menerus khawatir tentang masa depan anak, bagaimana mengasuh dengan baik, atau perasaan cemas lainnya.

Orang tua akan kesulitan Menyelesaikan tugas-tugas hariannya, seperti memberi makan anak atau mengantar mereka ke sekolah, menjadi terasa semakin berat.

Tips Menjaga Kesehatan Mental bagi Orang Tua

Menghadapi parenting burnout bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk menjaga kesehatan mental:

Jangan ragu untuk meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti membaca buku, berjalan-jalan, atau sekadar menonton film favorit.

Komunikasi yang terbuka dengan pasangan atau keluarga dapat meringankan beban pikiran.

Jangan remehkan pentingnya menjaga tubuh tetap sehat. Makan dengan baik dan berolahraga dapat memberi energi baru bagi kamu yang merasa lelah.

Jika parenting burnout semakin parah, berkonsultasi dengan seorang konselor atau psikolog bisa membantu. Mereka bisa memberikan perspektif yang lebih sehat tentang pengasuhan anak.

Pentingnya Waktu “Me-Time” Tanpa Rasa Bersalah

Bagi banyak orang tua, waktu pribadi atau me-time terasa seperti kemewahan yang sulit didapatkan. Namun, melepaskan diri sejenak dari rutinitas harian adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental orang tua.

Orang tua juga perlu mengingat bahwa mereka bukan hanya orang tua, tetapi juga individu yang memiliki kebutuhan dan keinginan pribadi.

Tidak ada salahnya untuk sesekali mengambil waktu untuk beristirahat, berlibur, atau hanya sekadar menikmati hobi yang telah lama terabaikan.

Seorang orang tua yang bahagia dan sehat secara mental akan lebih mampu memberi kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya. (*)

Editor : Riana M.
#fisik #kesehatan mental #mengasihi #mengasuh anak #Parenting Burnout #kelelahan #orang tua