Jawa Pos Radar Lawu - Grandmacore adalah istilah yang belakangan ini ramai diperbincangkan di TikTok, merujuk pada gaya hidup yang mengadopsi nuansa nenek-nenek.
Tren ini pertama kali dipopulerkan oleh Hannah Arnold, pemilik bisnis bordir Sherwood Forest Creation, yang mengunggah video dirinya sedang menyulam.
Grandmacore bukan hanya soal bergaya ala orang zaman dulu.
Tren ini juga mencakup hobi-hobi klasik yang sering diasosiasikan dengan nenek-nenek, seperti menyulam, merajut, menjahit, memanggang kue, hingga mengamati burung.
Menariknya, tren ini memberikan manfaat bagi para pengikutnya, terutama remaja, yang menemukan kesenangan dan ketenangan dalam aktivitas sederhana namun bermakna ini.
Grandmacore dalam Dunia Fashion
Grandmacore telah menjadi fenomena global dalam budaya pop, khususnya di dunia fashion.
Gaya ini menonjolkan elemen-elemen klasik seperti sweater rajut, cardigan, dress bermotif floral, serta aksesori vintage.
Banyak influencer di media sosial yang mempopulerkan gaya ini melalui tampilan unik dan kreatif mereka.
Pakaian khas Grandmacore tidak hanya menarik secara estetis tetapi juga memberikan kenyamanan.
Bahan yang lembut dan potongan yang longgar menciptakan rasa aman dan rileks saat dikenakan.
Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, gaya ini menjadi simbol pelarian yang menenangkan dan mengingatkan pada nilai-nilai tradisional.
Grandmacore di Media Film dan Televisi
Popularitas Grandmacore juga didorong oleh representasinya dalam film dan serial televisi.
Gaya nenek-nenek sering digunakan untuk menggambarkan karakter yang penuh kasih sayang dan bijaksana, seperti terlihat pada pakaian rajutan, cardigan hangat, atau dress vintage.
Beberapa contoh penggunaan Grandmacore di layar kaca meliputi film dan serial seperti Little Women, yang menghadirkan elemen pakaian vintage untuk mendukung nuansa nostalgia, serta The Crown, yang menampilkan pakaian klasik dengan perpaduan tradisi dan kemewahan.
Sementara itu, dalam serial Gilmore Girls, karakter nenek Lorelai sering tampil dengan gaya tradisional yang memberikan rasa nyaman kepada penonton.
Penggunaan elemen Grandmacore di media ini menciptakan kesan hangat dan akrab, sekaligus menginspirasi penonton untuk mengadopsi gaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tren ini membawa simbol nostalgia bagi banyak orang.
Bagi sebagian besar pengikutnya, Grandmacore mengingatkan pada masa kecil yang penuh kasih bersama nenek mereka.
Elemen-elemen seperti kain rajut atau aroma kue yang baru dipanggang membangkitkan kenangan indah dan rasa aman.
Lebih dari sekadar fashion, Grandmacore adalah tentang pengalaman emosional yang menghubungkan seseorang dengan nilai-nilai tradisional.
Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, gaya ini menawarkan pelarian yang menenangkan dan menjadi pengingat akan pentingnya kebahagiaan sederhana.
Grandmacore bukan hanya tren gaya hidup, melainkan sebuah pernyataan tentang cinta terhadap tradisi, nostalgia, dan kenyamanan.
Ditengah kesibukan dunia modern, tren ini mengajarkan bahwa kadang-kadang, kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana seperti menyulam, mengenakan cardigan rajut, atau menikmati sore dengan teh hangat. (*)
Editor : Riana M.