Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Memahami Istilah Empty Nest Syndrome, Perasaan Hampa Orang Tua Ditinggal Anak Pergi dari Rumah

Lailatul Fadhila Hikma • Sabtu, 18 Januari 2025 | 14:16 WIB
Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu – Saat anak-anak meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, atau menikah, banyak orang tua yang merasakan momen berharga sekaligus penuh emosi.

Namun, bagi sebagian orang tua, kepergian anak justru menciptakan perasaan sedih, hampa, dan kehilangan yang mendalam.

Inilah yang dikenal dengan istilah Empty Nest Syndrome atau sindrom sarang kosong.

Mengenal Empty Nest Syndrome

Baca Juga: Mengenal Istilah Grey Divorce Perpisahan yang Terjadi di Usia 50-an, Rhenald Kasali Kupas Tuntas Penyebabnya

Dikutip dari laman Alodokter, fenomena empty nest syndrome adalah perasaan emosional yang dialami orang tua ketika anak-anak mereka pergi dari rumah.

Meskipun bukan merupakan fenomena yang dapat dikategorikan sebagai gangguan mental, namun sindrom ini bisa berdampak pada psikologis para orang tua apabila dibiarkan terus-menerus.

 Jika tidak ditangani, perasaan ini bisa berujung pada stres, kecemasan, bahkan depresi.

Kondisi ini sering kali diperburuk oleh peristiwa lain dalam hidup, seperti pensiun, menopause, atau kehilangan pasangan.

Dalam situasi ini, orang tua tidak hanya merasa kehilangan peran sebagai pengasuh, tetapi juga harus menghadapi perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari mereka.

Tanda-tanda Empty Nest Syndrome

Baca Juga: Jelajahi Waduk Krisak dengan Panduan Rute Lengkap dan Tips Praktis, Wisata Alami Wonogiri

Beberapa tanda yang umum muncul pada orang tua yang mengalami sindrom ini antara lain:

  1. Languishing atau perasaan hampa, terjebak, atau kehilangan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
  2. Gelisah atau merasa cemas tanpa alasan yang jelas, sehingga sulit untuk fokus.
  3. Kesepian yang berkepanjangan, bahkan saat berada di tengah keramaian.
  4. Perasaan mudah marah atau tersinggung yang kerap disebabkan oleh perasaan kehilangan kendali atas hidup.

Menghadapi Empty Nest Syndrome Pada Orang Tua

Baca Juga: Rute dan Tips Berkunjung ke Pantai Gading Purba, Wisata Eksotis Wonogiri

Pakar merekomendasikan beberapa cara untuk membantu orang tua yang mengalami sindrom ini, seperti

  1. Meyakinkan orang tua bahwa perasaan sedih dan kehilangan adalah hal yang normal dan valid.
  2. Membantu mereka menemukan cara baru untuk tetap terhubung dengan anak, seperti melakukan panggilan video secara rutin.
  3. Mengajak mereka melakukan aktivitas menyenangkan, seperti berolahraga atau mengejar hobi baru.
  4. Mengarahkan perhatian mereka pada hal-hal lain dalam hidup yang bermakna di luar peran sebagai orang tua.

(*)

TAKZIAH: Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah (baju putih kiri) mengusung keranda jenazah ibunda Prof Mahfud MD, Siti Khadijah, di rumah duka, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Jumat (17/1) malam.
TAKZIAH: Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah (baju putih kiri) mengusung keranda jenazah ibunda Prof Mahfud MD, Siti Khadijah, di rumah duka, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Jumat (17/1) malam.
Editor : Riana M.
#ditinggal anak #depresi #fenomena #perasaan emosional #anak #Empty Nest Syndrome #orang tua