Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengenal Istilah Grey Divorce Perpisahan yang Terjadi di Usia 50-an, Rhenald Kasali Kupas Tuntas Penyebabnya

Lailatul Fadhila Hikma • Sabtu, 18 Januari 2025 | 14:03 WIB
Grey Divorce adalah istilah untuk pasangan yang telah lama bersama
Grey Divorce adalah istilah untuk pasangan yang telah lama bersama

Jawa Pos Radar Lawu – Istilah Grey Divorce kini menjadi topik perbincangan hangat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Fenomena ini merujuk pada perceraian yang terjadi pada pasangan yang berusia 50 tahun ke atas, dan terjadi setelah mereka menghabiskan puluhan tahun bersama.

Dalam sebuah video terbaru Rhenald Kasali yang di unggah di akun Instagram pribadinya @rhenald.kasali, praktisi bisnis dan akademisi asal Indonesia ini mengupas tuntas mengenai fenomena Grey Divorce.

Apa Itu Grey Divorce?

Grey Divorce adalah istilah untuk pasangan yang telah lama bersama, tetapi memilih untuk berpisah setelah memasuki usia lima puluhan.

Fenomena ini sangat mencolok terjadi di Amerika Serikat, di mana hampir 1 dari 3 pasangan berusia 50 tahun ke atas memutuskan untuk bercerai.

Tak hanya pasangan biasa, tren ini juga pernah melibatkan tokoh-tokoh terkenal, seperti Bill dan Melinda Gates yang memutuskan berpisah di usia senja mereka.

Salah satu pemicu utama dari Grey Divorce menurut Rhenald adalah perubahan dinamika kehidupan.

Ketika anak-anak sudah dewasa dan meninggalkan rumah, banyak pasangan yang merasakan kekosongan.

Selain itu, dengan bertambahnya usia, individu sering kali merasa terdorong untuk memasuki babak kedua kehidupan, mencari kebahagiaan dan kebebasan pribadi yang mungkin selama ini terabaikan.

Apakah Fenomena Ini Mulai Terjadi di Indonesia?

Rhenald Kasali menyoroti bahwa Grey Divorce mulai terlihat di Indonesia, terutama di kalangan eksekutif.

"Di dunia eksekutif, khususnya bagi perempuan, mereka sering kali harus mengorbankan banyak hal, termasuk waktu untuk keluarga," jelasnya.

Karir yang menuntut waktu hingga larut malam, rapat yang tak ada habisnya, dan tanggung jawab yang berat sering kali menjadi penyebab renggangnya hubungan pernikahan.

Ketika suami pensiun lebih awal sementara istri masih aktif dalam karir yang gemilang, situasi ini sering kali memicu konflik.

Dampak bagi Generasi Mendatang

Fenomena Grey Divorce memiliki dampak yang luas, terutama bagi generasi yang tumbuh dalam lingkungan keluarga modern.

Dengan semakin banyaknya pasangan yang memilih perceraian di usia senja, muncul pertanyaan tentang bagaimana masyarakat akan menyesuaikan diri dengan perubahan ini.

Grey Divorce menjadi cermin perubahan dinamika tentang bagaimana keberlanjutan sebuah hubungan di era modern, khususnya bagi mereka yang memasuki usia lanjut. (*)

Editor : Riana M.
#perpisahan #perceraian #fenomena #usia senja #rhenald kasali #pasangan #Grey Divorce