Jawa Pos Radar Lawu - Slow living adalah sebuah filosofi hidup yang mengajak kita untuk memperlambat ritme, memberi ruang bagi ketenangan, dan menciptakan koneksi yang lebih mendalam.
Dalam forum kajian filsafat “Ngaji Filsafat – Carl Honoré” yang dipandu oleh Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag, dosen dan wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengungkapkan pentingnya memperlambat Langkah di tengah kehidupan yang serba cepat ini (fast culture).
Mengapa Penting Memperlambat Langkah?
Menurut Fahruddin Faiz, memperlambat langkah membawa banyak manfaat, terutama dalam mendapatkan kembali waktu dan ketenangan.
Seperti apa yang diungkapkan oleh Carl Honoré, dalam bukunya In Praise Of Slowness.
“Manfaat besar dari memperlambat langkah adalah mendapatkan kembali waktu dan ketenangan untuk membuat koneksi yang bermakna baik dengan orang lain,
dengan budaya dengan pekerjaan dengan alam dengan tubuh dan dengan pikiran kita sendiri”.
Dalam buku yang sama pula, Fahruddin Faiz mengutip bagaimana Honoré memberikan contoh dari para pemikir besar sepanjang sejarah, seperti Charles Darwin dan Albert Einstein, yang memahami pentingnya memperlambat ritme hidup.
“Para pemikir terhebat sepanjang sejarah pasti tahu pentingnya mengubah pikiran ke kecepatan rendah.
Charles Darwin menggambarkan dirinya sebagai pemikir yang lambat, Einstein terkenal karena menghabiskan waktu berjam-jam menatap angkasa di kantornya di Universitas pricenton”.
Slow Living, Ritme yang Tepat untuk Hidup yang Berkualitas
Di era modern ini, budaya hidup yang serba cepat sering kali memaksa kita untuk terus bergerak tanpa henti.
Akibatnya, banyak orang kehilangan kesempatan untuk menikmati momen dan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.
“Kita terlalu diburu-buru oleh fast culture. Itulah mengapa penting untuk belajar memperlambat ritme,” tegas Fahruddin Faiz.
Slow living bukan berarti hidup tanpa tujuan.
Sebaliknya, ini adalah tentang menemukan ritme yang sesuai dengan diri kita.
Dengan memperlambat langkah, kita dapat menciptakan keseimbangan antara produktivitas dan kebahagiaan.
Di tengah dunia yang penuh tekanan untuk terus berlari, slow living menjadi jawaban untuk menemukan kembali makna dan harmoni dalam hidup. (*)
Editor : Riana M.