Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenapa Modifikasi Cumi Darat Menghasilkan Asap Hitam? Mobil Diesel Kian Populer, Ini Penjelasan Lengkapnya

Tegar Rukmana • Jumat, 17 Januari 2025 | 16:55 WIB
Modifikasi mobil diesel itu berjuluk cumi darat.
Modifikasi mobil diesel itu berjuluk cumi darat.

Jawa Pos Radar Lawu - Modifikasi mesin diesel semakin diminati di Indonesia, terutama dengan munculnya tren yang dikenal sebagai cumi darat.

Julukan ini merujuk pada mobil diesel yang mengeluarkan asap hitam tebal dari knalpot, terutama pada kendaraan yang telah dimodifikasi untuk meningkatkan performanya.

Fenomena ini sering terlihat di ajang drag race kelas diesel dan menjadi ciri khas dari mobil yang telah mengalami remap ECU.

Dikutip dari gridoto.com, Resya Napitupulu, tuner dan pemilik bengkel SpeedCraft Performance Indonesia mengatakan, proses remap ECU adalah langkah penting dalam modifikasi mesin diesel.

Salah satu bagian yang diatur dalam remap adalah sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR).

EGR biasanya berfungsi untuk mengalirkan sebagian gas buang kembali ke ruang bakar guna mengontrol emisi.

Namun, dalam remap, katup EGR ditutup secara elektrik untuk memperlancar aliran gas buang.

Dengan aliran gas buang yang lebih bebas, tenaga mesin dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu, remap juga mengatur debit bahan bakar melalui pompa injektor, membuat pembakaran menjadi lebih kaya atau rich.

Hal ini berarti lebih banyak bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar, menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Namun, pembakaran yang kaya bahan bakar juga menciptakan partikel karbon yang tidak terbakar sempurna, yang akhirnya menghasilkan asap hitam tebal.

Asap hitam ngebul ini juga terkait dengan pengaturan Fuel Rail Pressure (FRP).

Ketika tekanan bahan bakar ditingkatkan, lebih banyak bahan bakar masuk ke ruang bakar, tetapi tekanan di sistem Common Rail Pressure (CRP) bisa menurun, yang semakin mempertegas keluarnya asap hitam.

Meski menghasilkan tenaga yang luar biasa, modifikasi ini memiliki dampak pada emisi gas buang.

Penutupan EGR menghilangkan fungsi kontrol emisi, sehingga asap yang dihasilkan menjadi lebih pekat dan tidak ramah lingkungan.

Namun, Resya menjelaskan bahwa tidak semua hasil remap harus menghasilkan asap hitam.

Dengan pengaturan yang tepat, performa mesin bisa ditingkatkan tanpa menciptakan emisi berlebihan, membuatnya lebih ramah untuk penggunaan sehari-hari.

Fenomena cumi darat ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan modifikasi diesel, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai dampaknya terhadap lingkungan.

Modifikasi mesin diesel memang menawarkan peningkatan performa yang menarik, tetapi membutuhkan keseimbangan antara tenaga, efisiensi bahan bakar, dan emisi.

Untuk itu, memilih tuner berpengalaman dan melakukan pengaturan yang tepat sangat penting agar hasil modifikasi tidak hanya maksimal, tetapi juga aman bagi lingkungan.

Kesimpulannya, cumi darat menjadi tren modifikasi diesel yang mencerminkan kekuatan dan performa, tetapi juga mengingatkan kita untuk selalu bijak dalam melakukan perubahan pada kendaraan, dengan tetap memikirkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan. (kid)

Editor : Nur Wachid
#diesel #mobil #otomotif #modifikasi #cumi darat