Jawa Pos Radar Lawu – Salah satu cara untuk menjalani hidup lebih tenang dan bermakna yang kini banyak dibicarakan adalah dengan menerapkan slow living.
Gani, mantan pengusaha di bidang teknologi yang kini dikenal lewat kanal YouTube-nya, Gani the Yong, membagikan perjalanan pribadinya dalam memaknai slow living melalui video berjudul "Slow Living, Stoicism, Simple Life, Ikigai, semuanya Menjadi Satu."
Gani menceritakan bagaimana ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang penuh tekanan.
Ternyata, rutinitas yang sibuk dan tekanan dalam pekerjaan bisa membuat seseorang merasa tertekan dan tidak bahagia.
Memahami Konsep Slow Living
Gani menjelaskan bahwa slow living bukan sekadar tentang berhenti bekerja atau bermalas-malasan.
Slow living adalah tentang menekankan pentingnya menikmati setiap momen dalam hidup dan lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas.
Gaya hidup slow living ini juga punya kaitan erat dengan stoicism dan ikegai.
Stoicism sendiri berasal dari filsafat Yunani kuno, konsep yang mengajarkan kita untuk tidak terpengaruh oleh hal-hal di luar kendali.
Sementara itu, ikigai, adalah konsep hidup sehat panjang umur yang berasal dari Jepang.
Menerapkan Hidup Sederhana, Langkah Memulai Slow Living
Salah satu langkah konkret yang diambil Gani untuk menerapkan slow living adalah dengan menyederhanakan hidupnya.
Seperti dirinya dan istrinya yang memutuskan untuk mengurangi barang-barang yang tidak diperlukan di rumah.
Tujuan akhir dari slow living adalah mencapai kebahagiaan yang seimbang, entah untuk diri sendiri, keluarga, dan maupun lingkungan sekitar.
Untuk memulai perjalanan slow living, kamu juga bisa menggabungkan prinsip stoicism, ikigai, dan hidup sederhana.
Ketiga konsep ini apabila disatukan akan menunjukkan bahwa hidup yang lebih lambat dan bermakna itu mungkin, asalkan dilakukan dengan kesadaran dan konsistensi. (*)
Editor : Riana M.