Namun juga ada sejumlah pantangan yang sebaiknya dihindari untuk menghindari nasib buruk.
Beragam kepercayaan ini berkembang di masyarakat Tionghoa dan dianggap dapat mempengaruhi keberuntungan di tahun mendatang.
Lantas pantangan seperti apakah yang harus di hindari saat imlek?
Berikut beberapa pantangan yang wajib dihindari saat perayaan Imlek:
- Menjemur pakaian sampai kering
Salah satu larangan Imlek adalah menjemur pakaian sampai kering pada malam Tahun Baru Imlek. Hal ini dipercaya dapat memanggil roh jahat dan membawa nasib buruk.
- Membuang sampah
Pekerjaan rumah yang tidak boleh dilakukan saat perayaan imlek adalah membuang sampah. Dipercaya jika membuang sampah akan membuang rezeki dan juga nasib baik yang ada di rumah.
- Mencuci rambut dan juga pakaian
Beberapa masyarakat tidak mencuci rambut atau pakaian saat Imlek.
Mencuci pakaian dianggap tidak menghormati dewa air, sementara mencuci rambut dipercaya dapat menghapus rezeki di awal tahun baru karena pengucapan kata "rambut" dalam bahasa Mandarin yang mirip dengan kata "menjadi kaya."
- Menyapu lantai
Meskipun bertujuan demi kebersihan, menyapu lantai juga menjadi pantangan Imlek yang tidak disarankan.
Aktivitas menyapu dikaitkan sebagai hal yang dapat menyapu bersih kekayaan.
- Menjahit
Ada pekerjaan rumah lain yang sebaiknya dihindari saat Imlek tiba.
Pekerjaan itu tak lain adalah menjahit.
Dikatakan bahwa saat menjahit, banyak masyarakat yang mengira tahun akan datang menjadi tahun yang sulit dengan banyaknya pekerjaan jahitan.
- Makan Bubur
Menyantap bubur dianggap sebagai larangan saat Imlek karena dianggap makanan bagi orang dengan ekonomi kurang.
Sebagian masyarakat Tionghoa menghindari makan bubur agar tidak memulai tahun dengan "ekonomi yang kurang."
- Menyantap Daging
Menyantap daging saat sarapan juga tidak dianjurkan.
Hal tersebut dilakukan untuk menghormati para dewa yang diyakini menentang pembunuhan hewan.
- Mengunjungi Rumah Orang Tua
Meskipun Imlek menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi ternyata ada pantangan Imlek yang justru memberikan larangan.
Sebuah kepercayaan berkembang bahwa anak perempuan yang telah menikah tidak diperkenankan berkunjung ke rumah orangtuanya.
Hal tersebut dilakukan agar menghindari sial, terutama yang berkaitan dengan kesulitan ekonomi keluarganya. Sebaliknya, mereka dapat berkunjung di hari kedua Imlek.
- Tangisasn Anak Kecil
Selama perayaan Imlek banyak orang tua yang sebisa mungkin membuat anak-anak mereka gembira dan meminimalisir tangisan. Mengapa demikian?
Ternyata tangisan anak kecil juga dipercaya bisa membawa sial bagi keluarganya.
- Memakai Baju Hitam Atau putih
Pakaiannyang berwarna hitam atau putih harus dihindari saat imlek, konon baju warna hitam dan putih ini kerap identik dengan duka. Makanya harus dihindari saat melakukan perayaan imlek
- Memotong Rambut
Dalam bahasa Kanton, kata rambut terdengar mirip seperti keberuntungan. Hal tersebut membuat keputusan memotong rambut saat Tahun Baru Imlek tidak disarankan.
Baca Juga: Terdengar Radius 3 Km, Ledakan di Rumah Polisi Mojokerto, 2 Tewas, 3 Bangunan Rusak Parah
Dipercaya bahwa memotong rambut sama seperti mempersingkat kekayaan untuk tahun yang baru.
- Menyembelih Hewan
Kegiatan menyembelih hewan sebaiknya dihindari dari tanggal 1-15 Tahun Baru Imlek.
Hal tersebut dikarenakan darah merupakan tanda yang buruk dan bisa menyebabkan kemalangan.
Biasanya masyarakat menyembelih ayam, bebek, babi, maupun ikan sebelum Tahun Baru Imlek atau pada saat malam Tahun Baru Imlek.
- Tidak Boleh Menggunakan Gunting atau Pisau
Dalam tradisi Tionghoa, bilah gunting melambangkan bibir yang tajam saat bertengkar.
Oleh karena itu, menggunakan guntung saat hari pertama Imlek dianggap sebagai doa meminta pertengkaran.
Sementara pisau dipercaya membawa siap dan menipisnya harta setahun ke depan.
- Minum Obat
Minum obat ternyata juga menjadi hal yang tabu untuk dilakukan pada saat perayaan Imlek.
Dikatakan bahwa menyeduh jamu atau meminum obat pada hari pertama Imlek dapat memicu sakit sepanjang tahun.
- Memberi Uang Jumlah Ganjil
Saat Imlek tiba, ada sebuah tradisi di dalam keluarga yang memberikan amplop berisi uang kepada orang-orang terdekat.
Namun, ternyata ada ketentuan yang tidak memperbolehkan dalam memberikan uang dalam jumlah yang ganjil.
Sebaliknya, orang Tiongkok menyukai angka yang genap. Alasannya dianggap sebagai hal baik yang selalu datang berlipat ganda. (*)
Editor : Riana M.