Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengenal Istilah Helicopter Parenting, Pola Asuh yang Dapat Menghambat Perkembangan Kemandirian Anak

Lailatul Fadhila Hikma • Sabtu, 11 Januari 2025 | 20:17 WIB
Ilustrasi pola asuh helicopter parenting
Ilustrasi pola asuh helicopter parenting

Jawa Pos Radar Lawu – Dialog mengenai cara mendidik atau mengasuh anak akan tetap menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. 

Salah satu yang belakangan ini banyak menjadi perbincangan adalah pola asuh helicopter parenting, yang sering dianggap sebagai kebalikan dari lazy parenting.

Meskipun orang tua dengan pola asih helicopter parenting memiliki niat yang baik, yakni untuk melindungi dan membimbing anak.

Namun gaya pengasuhan ini dapat memunculkan efek negatif pada perkembangan kemandirian anak.

Apa Itu Helicopter Parenting?

Helicopter parenting adalah pola asuh orang tua yang berlebihan dalam mengawasi dan terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak.

Istilah helicopter sendiri digunakan untuk menggambarkan orang tua yang selalu melayangdi atas anak, memantau dan mengontrol tindakan mereka dengan sangat cermat

Orang tua yang menerapkan helicopter parenting cenderung protektif dalam aktif dalam mengawasi dan mengatur kehidupan anak apalagi untuk melindungi anak dari bahaya dan kegagalan. 

Namun, pendekatan ini justru dapat menghambat perkembangan kemandirian anak dan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan secara mandiri.

Perbedaan Helicopter Parenting dan Lazy Parenting

Helicopter parenting dan lazy parenting adalah dua pola asuh yang memiliki pendekatan berbeda. 

Sementara helicopter parenting ditandai dengan kontrol berlebihan.

Di mana orang tua terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak, lazy parenting justru memberi kebebasan lebih pada anak untuk membuat keputusan sendiri dan menghadapi tantangan.

Lazy parenting mengajarkan anak kemandirian, sedangkan helicopter parenting cenderung menghambatnya dengan selalu mengintervensi anak.

Mengapa Helicopter Parenting Bisa Terjadi?

Beberapa orang tua merasa perlu mengawasi anak-anak mereka karena takut akan hal buruk yang bisa terjadi.

Berawal dari ketakutan inilah muncul kekhawatiran mereka tentang keselamatan anak atau rasa bersalah karena kesibukan pekerjaan.

Meskipun ini adalah suatu niat yang baik, namun pengasuhan yang terlalu protektif ini dapat menyebabkan masalah jangka panjang bagi anak, terutama kemandirian anak.

Cara Mencegah Helicopter Parenting dan Mendorong Kemandirian Anak

Baca Juga: Mengulas Fakta Feminine Energy yang Tak Hanya Dimiliki Perempuan, Simak Penjelasan Berikut Ini

Untuk mencegah gaya pengasuhan ini dan mendukung perkembangan kemandirian anak, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

Anak perlu diberi kesempatan untuk membuat keputusan sendiri, meskipun itu melibatkan risiko. Ini akan membantu mereka belajar tanggung jawab.

Orang tua sebaiknya mendukung anak dalam mengatasi kegagalan secara konstruktif, karena kegagalan adalah kesempatan bagi anak untuk belajar. 

Orang tua perlu memberi pengawasan, tetapi dengan cara yang seimbang. Hindari terlalu banyak campur tangan dan beri anak ruang untuk belajar mandiri.

Ajarkan anak untuk mengelola emosi mereka, seperti rasa takut dan cemas.

Keterampilan emosional akan membantu dalam menghadapi tantangan. (*)

Editor : Riana M.
#pola asuh orang tua #berlebihan #lazy parenting #anak #mengawasi anak #terlibat #helicopter parenting