Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fakta dan Sejarah PG Semboro Jember, Diduga Lokasi Film Pabrik Gula Simpleman

Nur Wachid • Sabtu, 11 Januari 2025 | 04:04 WIB
PG Semboro dikaitkan dengan lokasi dalam kisah nyata yang dikisahkan Simpleman dalam Film Pabrik Gula.
PG Semboro dikaitkan dengan lokasi dalam kisah nyata yang dikisahkan Simpleman dalam Film Pabrik Gula.

Jawa Pos Radar Lawu – Pabrik Gula atau PG Semboro di Jember kembali menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan film Pabrik Gula, yang diangkat dari kisah nyata tulisan Simpleman.

Selain menjadi bagian dari sejarah industri gula di Indonesia, pabrik ini juga menyimpan cerita panjang sejak masa penjajahan Belanda hingga saat ini.

Lokasi dan Sejarah Awal Pabrik Gula Semboro 

Pabrik Gula Semboro berlokasi di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Didirikan oleh Handels Vereningning Amsterdam (HVA), perusahaan swasta Belanda, pada tahun 1921, pabrik ini awalnya memiliki kapasitas penggilingan sebesar 24.000 kuintal tebu setiap 24 jam. Operasi pertama dimulai pada tahun 1928 dengan area perkebunan tebu seluas 2.103 hektar.

Pada tahun 1930-1932, PG Semboro mencapai kapasitas penuh. Namun, kegiatan penggilingan sempat terhenti pada 1933-1939 akibat situasi ekonomi global.

Penggilingan kembali dilanjutkan pada tahun 1940 dengan area yang lebih kecil, yakni 1.271,4 hektar.

Pabrik Gula Semboro: Masa Pendudukan Jepang dan Perang Kemerdekaan

Selama Perang Dunia II, masa pendudukan Jepang, dan Perang Kemerdekaan Indonesia, operasional PG Semboro terhenti.

Pada era pendudukan Jepang, pabrik ini dialihfungsikan menjadi pabrik minuman soda untuk keperluan pemerintah Jepang.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, antara tahun 1945-1949, PG Semboro digunakan sebagai pabrik senjata untuk mendukung perjuangan melawan kolonial Belanda.

Pabrik Gula Semboro dan Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, PG Semboro kembali beroperasi pada tahun 1950. Pada tahun 1957, seluruh perusahaan asing, termasuk PG Semboro, diambil alih oleh pemerintah Indonesia.

Hingga tahun 1968, pabrik ini berada di bawah PPN Inspektorat VIII yang berpusat di Jalan Jembatan Merah, Surabaya.

Pada tahun 1975, Pabrik Gula Semboro menjadi bagian dari PT Perkebunan XXIV-XXV (Persero) yang berkantor pusat di Jalan Merak No. 1 Surabaya.

Kapasitas penggilingan pabrik meningkat signifikan pada tahun 1982-1983, dari 24.000 kuintal menjadi 54.000 kuintal per hari.

Dugaan Lokasi Film Pabrik Gula

Pabrik Gula Semboro dikaitkan dengan film Pabrik Gula yang mengangkat kisah nyata dari tulisan Simpleman.

Kisah yang diadaptasi dari cerita horor ini menceritakan teror yang dialami para pekerja di sebuah pabrik gula yang berdampingan dengan 'kerajaan demit'.

Meski belum ada konfirmasi resmi, banyak yang meyakini bahwa PG Semboro menjadi inspirasi lokasi dalam cerita tersebut.

Peninggalan Bersejarah Pabrik Gula Semboro 

Selain nilai historisnya sebagai salah satu pabrik gula tertua di Indonesia, PG Semboro menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk masa perjuangan kemerdekaan.

Keberadaan pabrik ini hingga kini menjadi pengingat perjalanan panjang industri gula dan perjuangan bangsa.

Film Pabrik Gula yang digarap oleh MD Pictures menambah daya tarik dan keunikan cerita yang mungkin terinspirasi dari sejarah panjang PG Semboro.

Pabrik Gula Semboro ini tetap menjadi salah satu ikon penting Jember yang kaya akan cerita dan misteri. (kid) 

LESTARI: Komunitas tari dhânggâ’ tampil dalam acara sarasehan budaya di Lapangan Sedangdang, Pamekasan, Sabtu (4/1) malam. (KHOLIL RAMLI/JPRM)
LESTARI: Komunitas tari dhânggâ’ tampil dalam acara sarasehan budaya di Lapangan Sedangdang, Pamekasan, Sabtu (4/1) malam. (KHOLIL RAMLI/JPRM)
Editor : Nur Wachid
#sejarah #film #PG Semboro #pabrik gula #lokasi #fakta #jember #simpleman