Jawa Pos Radar Lawu - Istilah victim mentality dan playing victim sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Meskipun keduanya berkaitan dengan pola pikir atau perilaku seseorang yang merasa atau berpura-pura menjadi korban, ada nuansa yang membedakan antara victim mentality dan playing victim.
Memahami perbedaan ini sangat penting agar kamu bisa mengenali motif dan pola di balik tindakan tersebut.
Apa Itu Victim Mentality?
Victim mentality atau mentalitas korban adalah kondisi di mana seseorang terus-menerus merasa bahwa dirinya adalah korban dari segala situasi dan kondisi di sekitarnya.
Mereka cenderung secara konsisten menyalahkan pihak lain atau keadaan, sambil merasa tidak memiliki kendali atas masalah yang dihadapinya.
Pola pikir ini sering kali muncul akibat pengalaman traumatis, kegagalan yang berulang, atau perasaan rendah diri yang mendalam.
Seseorang dengan mentalitas ini cenderung merasa tidak berdaya, percaya bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengubah keadaan.
Misalnya, seseorang mungkin merasa bahwa keberhasilan rekan kerjanya semata-mata karena keberuntungan, bukan karena usaha, sementara mereka merasa dirugikan oleh sistem atau keadaan.
Apa Itu Playing Victim?
Baca Juga: Rekaman CCTV Rem Blong, Bus Pariwisata Sasak 6 Mobil dan 6 Motor di Batu, 4 Orang Tewas
Di sisi lain, playing victim adalah tindakan yang disengaja di mana seseorang berpura-pura menjadi korban untuk mendapatkan simpati, perhatian, atau keuntungan dari orang lain.
Orang yang suka bermain peran sebagai korban ini cenderung manipulative. Mereka akan selalu berpura-pura menjadi korban supaya bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Mereka sering memutarbalikkan fakta untuk mengubah narasi sehingga diri mereka tampak sebagai pihak yang dirugikan.
Contohnya, seseorang yang datang terlambat ke acara kerja mungkin menyalahkan temannya yang tidak mengingatkan mereka, padahal sebenarnya mereka tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Bagaimana Cara Membedakannya?
Untuk membedakan antara victim mentality dan playing victim, pertama kamu perlu memperhatikan niat di balik perilaku tersebut.
Victim mentality cenderung dilakukan dengan tidak disengaja dan berasal dari pola pikir yang sudah terbentuk
Sedangkan playing victim adalah tindakan yang disengaja untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mendapatkan perhatian.
Selain itu, perhatikan respons mereka terhadap.
Orang dengan victim mentality sering kali menolak solusi karena mereka benar-benar merasa tidak berdaya.
Sementara pelaku playing victim juga menolak solusi, tetapi dengan alasan untuk menjaga narasi bahwa mereka adalah korban.
Cara Menghadapi Victim Mentality dan Playing Victim
Baca Juga: OJK Terbitkan Peraturan Tentang Laporan Dana Pensiun dan Asuransi Secara Berkala
Menghadapi victim mentality bisa kamu lakukan dengan memberikan dorongan dan dukungan untuk membangun kepercayaan diri mereka. Ajak mereka untuk fokus pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan.
Sementara itu, untuk mereka yang suka playing victim, tetaplah tegas dan hindari memberikan simpati berlebihan. (*)
Editor : Riana M.