Jawa Pos Radar Lawu - Di era digital seperti sekarang, menemukan self authenticity (keaslian diri) tidak kalah sulitnya dengan meraih keberhasilan karier.
Media sosial, dengan semua keindahan yang ditampilkan orang lain, seringkali membuat kita terjebak dalam kepanikan membangun self image untuk orang lain daripada menjadi diri kita sendiri.
Padahal, menjadi diri sendiri atau self authenticity sangat penting untuk kesehatan mental dan untuk menjaga integritas diri dari pengaruh luar.
Orang yang benar-benar asli memiliki pesona yang sulit dijelaskan. Mereka adalah orang yang jujur, bukan orang yang sempurna.
4 Cara Menerapkan Self Authenticity
- Berkata Jujur Tanpa Basa-Basi
Kejujuran adalah dasar dari sikap authentic. Namun, jujur tidak berarti berbicara apa adanya tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Kejujuran yang sebenarnya berasal dari hati yang tulus yang menghormati perasaan orang lain. Orang yang jujur dengan cara ini membuat orang lain merasa aman.
Kejujuran juga berarti berani mengakui perasaan. Mengucapkan kata-kata seperti "Aku tidak tahu" atau "Aku butuh bantuan" adalah cara jujur yang menunjukkan keberanian dan kerendahan hati.
Orang-orang yang benar tidak takut terlihat lemah karena mereka menyadari bahwa kelemahan adalah bagian dari menjadi manusia.
Selain itu, kejujuran ini juga berarti menunjukkan prinsip-prinsip tanpa takut dikritik. Karena berani menjadi dirimu sendiri, orang lain akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.
- Konsisten dalam Perilaku
Orang yang jujur dengan diri sendiri memegang teguh nilai-nilai mereka dalam segala situasi, tanpa berubah hanya demi diterima atau disukai orang lain.
Konsistensi mencerminkan integritas. Ketika kamu mengatakan sesuatu, kamu melakukannya.
Ketika kamu berjanji, kamu menepatinya. Sikap ini menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang dapat diandalkan.
Selain itu, konsistensi juga berarti memiliki prinsip yang jelas. Kamu tahu apa yang benar untukmu dan tidak takut mempertahankannya, meskipun mendapat tentangan.
Sikap ini menunjukkan bahwa kamu hidup dengan tujuan yang bermakna.
- Percaya Diri dengan Tenang
Rasa percaya diri yang tenang adalah ciri orang yang benar. Karena mereka merasa cukup dengan diri mereka sendiri, mereka tidak merasa perlu membuktikan apa pun kepada orang lain.
Kemampuan untuk menerima kritik tetapi tetap menjadi diri sendiri adalah bukti keyakinan ini.
Konsep ini menumbuhkan rasa hormat dan kekaguman terhadap orang lain.
- Bersikap Selektif terhadap Kritik
Meskipun kritik adalah hal yang baik untuk diterima, tidak semua kritik layak diterima. Kritik yang objektif berbeda dengan intimidasi yang berkedok kritik.
Intimidasi sering kali bersifat menyerang pribadi, tetapi kritik yang sebenarnya bertujuan untuk membangun.
Akibatnya, menyaring kritik yang masuk sangat penting. Pilih mana yang sesuai dengan karakter dan kehidupan.
Dengan bersikap selektif, dapat mempertahankan integritas tanpa terlalu patuh pada pendapat orang lain.
Menjadi autentik adalah proses yang berlangsung lama.
Kamu tidak hanya memancarkan daya tarik yang alami, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan orang lain dan dirimu sendiri dengan menjadi jujur, konsisten, percaya diri, dan selektif terhadap kritik.
Ingatlah bahwa keaslian diri adalah keindahan yang tidak dapat ditiru oleh orang lain. (*)
Editor : Riana M.